PUPR Berikan 450 Sertifikat Keterampilan untuk Pekerja Konstruksi di Karangasem

Jumat, 21 Desember 2018 : 16.58
KARANGASEM - PUPR Karangasem secara bertahap telah melakukan pelatihan untuk pekerja kontruksi dengan menyerahkan 450 sertifikat kepada para pekerja konstruksi. Total pelatihan yang sudah dilakukan mencapai 457 orang. Selaian itu sertifikat juga diberikan kepada mandor.

Ada 30 mandor non PNS yang mendapat sertifikat pelatihan. Penyerahansertifikat ini dilakukan dalam acara refleksi dan evaluasi akhir tahun 2018. Sertifikat keterampilan yang diserarkan bekerjasama dengan LPJK Bali.

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa dan juga Kadis PUPR Ketut Sedana Merta memyerahkan sertifikat ketrampilan. Acara dihadiri Ketua LPJK Bali IB Sudewa.

Kadis PUPR Sedana Merta mengatakan tahun 2018 ini PUPR Karangasem mendapatkan pemasukan Rp 1.5 miliar lebih. Diantaranya dari jasa sedot WC atau kakus sebesar Rp 30 juta, sewa alat berat Rp 50 juta. untuk sewa alat berat sendiri kebanyakan untuk sosial.

Lainya dari retribusi dan perijinan IMB Rp 1,5 miliar. Sementara anggaran belanja langsung di PUPR turun dari anggaran sebelumnya. Anggaran belanja PUPR Karangasem sebesar Rp. 131. 570.463.300,05 dintaranya Belanja tidak langsung Rp. 10.622.067.239,04 Dan belanja langsung, Rp.120.948.396.061.00.

Terkait penyerahan sertifikat keterampilan untuk pekerja kontruksi atau para tukang di Karangasem Sudewa mengakui Karangasem cukup proaktif. Sehingga jatah untuk Karangasem paling besar. dari 1000 sertifikat yang dikeluarkan se Bali di Karangasem sebesar 457 orang.

Sudewa mengakui lembaga yang dipinpinya bertugas untuk melaksanakan pengembangan jasa kontruksi, penelitian, pelatihan dan pendidikan dan sertifikasi serta regristrasi. LPJK juga menyediakan penilai ahli dalam bidan kontruksi.

Sesuai ketentuan undang undang tahun 2019 ini semua pekerja kontruksi wajib bersertifikat. “Ya tukang nantinya wajib bersertifikat…seperti SIM,” ujarnya. Di Indonesia sertifikasi pekerja seperti ini masih rendah. Sebesar 9,8 persen dari pekerja yang ada.

Ini artinya masih banyak pekerja di Indonesia dan juga Bali yang belum bersertifikat. Karena itu LPJK memberikan atau menyelenggarakan pelatihan sehingga bisa dikeluarkan sertifikat secara gratis.

Tahun ini ada 1000 sertifikat yang dikeluarkan. Sementara mandor yang mengawasi pekerja pemelihara jalan Kabupetan di Karangasem juga sudah diberikan sertifikat. Ini sebagai perlindungan buat pekerja sehingga mereka nyaman dan aman dalam bekerja. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru