menu
search

Presiden Jokowi Tak Ingin Ada Asap Lagi di Riau

Minggu, 16 Desember 2018 : 08.09
Presiden Jokowi saat menerima penghargaan gelar adat masyarakat Riau/foto: biro pers setpres
RIAU - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menjaga hutan karena itu setelah berbagai upaya penanggulangan kabut asap diatasi dirinya tidak mau ada asap lagi di Provinsi Riau. Hal itu disampaikan Jokowi usai mendapat penghargaan masyarakat adat Riau melaluo gelar adat yang diberikan kepadanya melalui Lembaga Adat Melayu Riau.

Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri acara Pagelaran Budaya Masyarakat Riau di Gelanggang Remaja, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Sabtu, 15 Desember 2018. "Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan ini," ucapnya.

Gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara diberikan kepada Presiden dengan mempertimbangkan sejumlah kebijakan Presiden yang memberikan manfaat positif kepada masyarakat adat Riau. Salah satunya ialah soal penanggulangan asap kebakaran hutan dan lahan yang dalam 3 tahun belakangan disebut telah teratasi.

Kepala Negara menceritakan awal mula dari upayanya mengatasi kabut asap yang sering dikeluhkan. Hal itu bermula dari kunjungan pertamanya ke Provinsi Riau pada tahun 2015 lalu. "Saya ingat tahun 2015 yang lalu saat saya pertama kali ke Riau. Apa yang saya lihat saat itu? Kebakaran hutan dan asap di mana-mana.

Saya masuk ke tengah-tengah ladang, saya ingin mencari tahu sebetulnya kenapa 17 tahun asap itu tidak bisa hilang. Saya ingin mendapat informasi langsung dari lapangan. Ternyata memang sebabnya ada banyak," tuturnya.

Namun, saat itu Presiden yakin bahwa apabila seluruh pihak baik pusat, daerah, maupun masyarakat mau bekerja sama, maka penanggulangan kabut asap tersebut akan menjadi semakin mudah. Presiden Jokowi sendiri saat itu mengambil langkah tegas kepada jajarannya di TNI dan Polri agar terus bergerak begitu mengetahui potensi kebakaran hutan dan lahan.

"Hati-hati saudara-saudara yang memimpin di lapangan. Saya tidak mau tahun depan ada asap lagi. Kalau ada asap, hati-hati, saudara pasti yang saya copot pertama kali. Saya sampaikan seperti itu," tegasnya.

Dengan upaya tersebut dan atas bantuan masyarakat, lembaga adat, dan seluruh komponen yang ada di Riau, persoalan kabut asap dapat ditangani atau setidaknya meminimalisir jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Alhamdulillah sudah 3 tahun ini asap tidak menghampiri kita lagi. Insyaallah sampai yang akan datang (asap) juga tidak datang ke Provinsi Riau ini," demikian Jokowi. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua