Pesilat Difabel Turut Bergabung dalam PSHT di Nusa Penida

Minggu, 02 Desember 2018 : 11.32
Ni Ketut Raka meski dengan keterbatasan fisik tetap bersemangat bergabung bersama anggota PSHT Nusa Penida
KLUNGKUNG - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bali menggelar ujian kenaikan tingkat puluhan anggota baru di Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Minggu (2/12/2018). Diantara puluhan anggota (PSHT) yang akan dilantik, ada salah seorang pesilat yang memiliki keterbatasan fisik namun tetap bersamangat mengikuti olahraga bela diri asli nusantara ini.

Dialah, Ni Ketut Raka (33), perempuan asal Desa Suana itu, tampak riang membaur bersama teman-temannya yang tengah bersiap menjalani pelantikan kenaikan tingkat.

Meski dirinya tidak ikut dilantik, karena baru pertama kali bergabung dengan anggota PSHT lainnya di Kecamatan Nusa Penida, namun dia terlihat antusias menghadiri pelantikan PSHT Ranting Nusa Penida.

Perempuan yang tidak tamat sekolah ini mengaku, niatnya bergabung menjadi anggota PSHT, karena ingin menambah teman. Dia ingin, nantinya setelah masuk bisa bersama teman-temanya berlatih. Hanya saja, dia menyadari keterbatasan fisiknya sehingga belum tahu bagaimana nanti, dalam menjalani latihan sampai kenaikan tingkat.

"Inginnya, ikut latihan bersama mereka, tapi berdiri saja, saya tidak mampu," tutur perempuan yang sehari-harinya berjualan di warung itu. Yang membuatnya bersemangat, karena dia bisa bertemu anggota PSHT lainnya yang memegang teguh semangat persaudaraan.

Dalam acara pembukaan Ketua Ranting PSHT Nusa Penida I Gede Mahesa menyatakan, kehadiran Raka sebagai penyandang disabilitas itu, juga setelah mendapat arahan dari PSHT Korwil Bali.

Puluhan anggota PSHT Ranting Nusa Penida yang menjalani ujian kenaikan tingkat
"Awalnya, saya bingung harus bagaimana karena pencak silat ini, dalam latihan banyak gerak tubuh, bagaimana saya mengajarkan nanti," tuturnya.

Namun setelah mendapat arahan, akhirnya warga yang menyandang disabilitas lebih diberikan pengajaran khusus seperti dibekali dengan materi spiritual yang sangat berguna untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Jadi, dia diberikan ikut berlatih bersama tekan--rekannya, hanya saja tidak melakukan gerakan tubuh secara penuh, cukup menyelaraskan gerakan-gerakan dengan batin atau perasaannya. Menariknya, Ketut Raka mejjadi satu-satunya penyandang disabilitas pertama di Bali yang memutuskan masuk menjadi anggota PSHT.

Turut hadir Camat Nusa Penida Anak Agung Mahajaya, tokoh guru PSHT Korwil Bali Makmun Murod AS, Ketua PSHT Cabang Denpasar Mas Sunarto, Ketua Litbang PSHT Cabang Denpasar Miftachur Rohman dan ratusan ketua cabang, ranting dan anggota PSHT seluruh Bali serta para tokoh masyarakat lainnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi