menu
search

Pertemuan Tahunan BI, Cok Ace Harapkan Ekonomi Bali Tumbuh 6 Persen

Jumat, 14 Desember 2018 : 07.15
Pertemuan tahunan Bank Indonesia 2018 di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali
DENPASAR - Kinerja ekonomi Bali pada triwulan III 2018 tercatat lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama yakni sebesar 5,17 persen (yoy).

Kedepan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan menjadikan kebudayaan Bali sebagai basis pilar utama pembangunan perekonomian masyarakat Bali, maka diharapkan prospek perekonomian Bali di tahun 2019 tumbuh positif diatas 6 persen.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan itu dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kamis (13/12/2018).

Cok Ace menjabarkan bahwa program pengembangan perekonomian Bali diarahkan pada pengembangan pusat-pusat perekonomian baru disamping memperkuat lembaga perekonomian yang sudah ada.

“Kedepan dengan konsep one island one management, diharapkan dapat membentuk suatu cluster di setiap Kabupaten dengan keunggulan yang ada di masing-masing wilayah tersebut," katanya.

Jadi, ada Kabupaten yang dikembangkan menurut potensi agrowisata, ada yang dikembangkan menurut potensi kerajinan dan lainnya. Sehingga dengan hal tersebut akan memberikan suatu pemerataan penghasilan dan tidak tumpang tindih seperti saat ini.

Selain itu, untuk mendukung hal tersebut maka pengembangan infrastruktur akan ditingkatkan guna mempersempit kesenjangan antara Bali Utara dan Bali Selatan, disamping untuk mempercepat akses antara Bali Selatan dengan Bali Barat, Bali Timur dan Bali Tengah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana atau yang akrab disapa Pak Cik, menyampaikan bahwa sejalan dengan tetap kuat dan stabilnya kinerja ekonomi nasional, perkembangan ekonomi Bali juga berada dalam kondisi yang meningkat.

"Kinerja ekonomi Bali sampai dengan triwulan III tahun 2018 tumbuh sebesar 5,99 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2017 sebesar 5,59 persen (yoy)," jelas Pak Cik. Akselerasi kinerja ekonomi Bali ini didorong oleh peningkatan kinerja investasi, konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.

Disamping itu, ia juga menyampaikan kondisi ketenagakerjaan di Bali menunjukkan perbaikan, tercermin oleh meningkatnya komposisi tenaga kerja formal dibanding informal. Namun perekonomian Provisi Bali ke depan masih menghadapi berbagai tantangan.

Berdasarkan perkembangan industri pariwisata terakhir, besarnya ketergantungan terhadap kedatangan wisatawan ke Bali melalui jalur udara menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Bali, serta berbagai tantangan lainnya.

Dalam menghadapi tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dalam pengembangan pariwisata Bali kedepan diusulkan untuk dapat diusulkan untuk dapat difokuskan pada pengambangan strategi mix tourism.

Artinya, target kuantitas wisman tetap diupayakan tercapai, namun juga perlu didorong kedatangan wisman dengan pengeluaran yang tinggi dan waktu kunjungan yang lebih lama (quality tourism). Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan hadiah terhadap para pemenang Wirausaha Bank Indonesia dan para pemenang lomba start up ekonomi digital 2018. (mal)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua