menu
search

Pascabanjir, Ratusan Warga Gotong Royong Normalisasi Sungai Samblong

Selasa, 11 Desember 2018 : 09.11
Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan memimpin kegiatan normalisasi sungai Samblong
JEMBRANA - Pascabanjir yang menerjang wilayah mereka ratusan warga Kelurahan Sangkaragung dan warga Desa Air Kuning, bersama-sama TNI, BPPD Jembrana, ASN Pemkab Jembrana melaksanakan gotong royong untuk menormalisasi jalur air di sungai Samblong.

Wilayah itu, kerap menjadi langganan, banjir karena berada di pinggir sungai Samblong kerap terlebih saat musim penghujan.

Salah satu alur sungai yang kurang baik (berliku), dan menyebabkan arus air tertahan di saat debit air meningkat. Untuk mencegah hal tersebut, di buatlah shortcut (jalan pintas) agar arusnya tidak lagi tertahan.

Wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan. Giat gotong royong dibantu dengan satu alat berat untuk memudahkan membuat jalur air sungai. Perbekel Air Kuning, Samanhuri mengungkaplan, gotong royong berawal dari keluhan warga yang sering kebanjiran tiap musim penghujan.

Akhirnya setelah melakukan pertemuan dengan Wabup Kembang dan negosiasi dengan pemilik tanah yang menjadi jalur air, disepakatilah akan diadakan gotong royong pembuatan shortcut sepanjang 75 meter.

“Di daerah ini kalau banjir sekitar 50 rumah pasti terendam, dan sebelum itu menjadi tambah parah bersama warga diadakanlah gotong royong membangun shortcut," terangnya, beberapa waktu lalu.

Wabup Kembang Hartawan berharap agar warga yang sering mengalami kebanjiran, tidak lagi mengalami hal tersebut. Lanjut Kembang, animo masyarakat untuk bergotong royong mengatasi banjir sangat besar.

Terbukti, warga sampai menyumbang konsumsi, dan juga alat berat (eskavator). "Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat untuk mengatasi banjir. Semoga dengan normalisasi ini banjir tidak akan terjadi lagi di daerah ini,” ucap Kembang.

Pola ini sudah beberapa kali dilakukan antara lain saat memperbaiki tanggul sungai Ijo Gading, tanggul subak di Sangkaragung dan pembersihan alur sungai di kaliakah. Gotong royong ini merupakan keinginan masyarakat dan merka juga tidak mungkin menunggu terlalu lama. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua