Kutip McKinsay, Presiden Jokowi Minta Babinsa Antisipasi Perubahan Landskap Politik Desa

Senin, 17 Desember 2018 : 06.06
Presiden Joko Widodo saat bertemu Babinsa di Jambi/biro pers setpres
JAMBI - Presiden Joko Widodo meminta para Babinsa bisa merespons perubahan-perubahan di era industri keempat yang memberi dampak dan mengubah lanskap politik nasional dan daerah, termasuk lanskap politik di desa.

Di era revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah berlangsung, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja nyata para Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang langsung terjun ke masyarakat di tempat mereka bertugas.

"Kerja nyata tersebut diwujudkan misalnya dengan membangun jembatan di desa, membangun rumah, hingga mengajar suku Anak Dalam di Jambi, ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Babinsa di Balairung Pinang Masak, Universitas Jambi, Minggu, 16 Desember 2018.

Kepala Negara menghargai kegiatan-kegiatan dan tindakan-tindakan lapangan seperti itu. Membuat misalnya jembatan gantung yang begitu panjang, mengajar masyarakat di pedalaman, menjadi guru di masyarakat pedalaman.

"Ini sebuah hal-hal konkret yang bisa kita lakukan di desa-desa dan kampung-kampung,” katanya menegaskan. Saat ini lanskap politik dan ekonomi global sudah berubah dengan sangat cepat sebagai imbas dari adanya keterbukaan informasi melalui internet dan media sosial.

Menurutnya, mengutip data dari McKinsey Global Institute, perubahan-perubahan pada era revolusi industri jilid keempat ini kecepatannya tiga ribu kali lebih cepat dibandingkan revolusi industri jilid pertama.

“Artinya apa? Ke depan ini akan ada perubahan-perubahan yang sangat cepat. Karena kita tahu semua ada _artificial intelligence_, _advance robotic_, 3D _printing_. Kalau di bidang keuangan ada bitcoin, _cryptocurrency_. Kemudian ada _virtual reality_,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden ingin agar para Babinsa bisa merespons perubahan-perubahan ini karena dampaknya juga akan mengubah lanskap politik nasional dan daerah, termasuk lanskap politik di desa. Inilah yang harus diantisipasi. Jangan sampai perubahan-perubahan itu memberikan dampak yang tidak baik kepada masyarakat.

Pasti akan ada intervensi masuk budaya-budaya impor. Pasti akan masuk ideologi-ideologi impor yang masuk ke desa-desa. Tidak bisa kita cegah, tidak ada batasannya. Semua orang bisa mengakses sekarang dengan gawai. "Ideologi apapun bisa masuk tanpa kita bisa menyaring,” ungkapnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru