IJTI Bali Berhentikan Anggota yang Terlibat Tindak Pidana

Selasa, 11 Desember 2018 : 10.54
DENPASAR - Pengurus Daerah Bali Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Pengda IJTI Bali) memberhentikan seorang anggotanya yang diduga terlibat tindak pidana. Ketua IJTI Bali, Anak Agung Kayika menegaskan, atas kasus pencurian yang menimpa AGS seorang jurnalis televisi, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami sangat menghormati proses hukum yang tengah dihadapi rekan kami yang sebelumnya memang tercatat sebagai salah satu anggota IJTI Bali," ujar Agung dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Selasa (10/12/2018).

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengurus IJTI Pusat di Jakarta. Pengurus pusat IJTI juga berpandangan sama agar menghormati proses hukum karena Indonesia adalah negara hukum. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, sesuai aturan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, IJTI Bali juga telah memberhentikan tersangka AG sebagai anggota IJTI Bali.

"Kami berhentikan agar dia (AGS) bisa fokus dalam menjalani proses hukum yang tengah dihadapinya," sambungnya. Agung mengatakan, semua warga negara Indonesia, sama di mata hukum. Oleh karena itu, tersangka AGS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Kata dia, hal ini bisa terjadi pada profesi apa saja, tidak hanya pada profesi wartawan, namanya juga oknum, jika melanggar hukum harus ditindak. Jadi biarkanlah ini berada diranah hukum, tidak bias kemana mana di luar konteks masalah hukum.

"Ini murni tindak pidana yang harus diselesaikan secara hukum dan apa yang di lakukan memang tidak ada kaitanya dengan tugas jurnalistik," tegas dia. Ke depan pihak IJTI Bali akan terus meningkatkan profesionalitas para anggotanya, termasuk dengan rutin melakukan pelatihan-pelatihan jurnalistik dan uji kompetensi jurnalis atau UKJ.

"Dengan adanya pelatihan pelatihan dan uji kompetensi, wartawan televisi akan semakin profesional, sadar terhadap profesinya dan juga sadar hukum," tutupnya.

Sebelumnya, Kepolisian Polresta Denpasar mengungkap kasus pencurian kartu kredit, Senin (10/12/2018) yang melibatkan AGS (29) dan MS (24) sepupu AGS, diduga mengambil tas milik korban di Parkiran Warung Sederhana, Jalan Merdeka, Denpasar, Kamis (15/12/2018) sekitar pukul 20.30 Wita. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru