Ibunda Ketum NasDem Bali Ida Pendanda Istri Rai Pemayun Jalani Pelebon

Senin, 17 Desember 2018 : 19.30
Karangasem- Ida Pedanda Istri Rai Pemayun ibunda Ketua DPW Partai NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa telah menjalani proses Pelebon yang berlangsung agung dan khidmat.

Prawartaka Karya Pelebonan Ida Pedanda Istri Rai Pemayun, Ida Bagus Made Gunawan menjelaskan, prosesi pelebonan menunggu hari baik yang jatuh pada hari ini bertepatan dengan Soma Umanis Sungsang dalam istilah kalender Bali.

“Upacara ibu kami tecinta diselenggarakan hari ini dalam kalender Bali disebut Soma Umanis Sungsang. Ibi kami wafat pada 30 November 2018 lalu pada usia 71 tahun,” kata Gunawan saat ditemui di Geria Jungutan, Karangasem Senin 16 Desember 2018.

Ia menjelaskan, untuk di griya, ada tiga orang pendeta yang memimpin proses memuput. Sejak pagi, prosesi memuput telah dilaksanakan oleh ketiga pendeta Hindu tersebut. “Beliau bertiga memuput di griya. Setelah selesai maka menunggu waktu berangkat menuju tempat kremasi. Untuk waktunya di atas pukul 12.00 WITA,” paparnya.

Mendekati pukul 12.00 WITA persiapan dilakukan. Lembu putih digotong mwnuju jalan raya. Segala keperluan upacara dipersiapkan. Hingga karangan bunga ikut diarak berbaris rapi menuju tempat persucian akhir mendiang Ida Pedanda Istri Rai Pemayun.

Pada barisan depan, foto dengan ukuran jumbo dibawa oleh cucu mendiang yang terus saja meneteskan air mata. Berat rasanya melepas kepergian ibu, nenek dan pemimpin spiritual yang terkenal lembut hati itu.

“Di tempat persucian akhir akan ada sepuluh pendeta yang beryoga. Setelah itu prosesi dilanjutkan ke Pantai Jasti. Tulang yang sudah menjadi abu itu akan ditebar ke pantai. Dalam konsep agama Hindu, unsur itu bisa segera kembali kepada Tuhan. Semakin cepat semakin baik. Maka kita larung ke laut agar menyatu dengan alam,” papar Gunawan.

Kepergian Ida Pedanda Istri Rai Pemayun tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluwga. Wwrga masyarakat juga merasakan ikut kehilangan perempuan yang terkenal penyabar itu. Dari catatan Gunawan, sejak beliau wafat hingga sehari sebelum diantarkan menyatu dengan alam, sekitar tujuh ribu orang datang melayat.

“Khusus pada hari pelebonan sekitar 3.500 orang ikut mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhir. Jadi kalau ditotal sejak pertama beliau wafat hingga prosesi pelebonan tamu yang melayat melebihi 10 ribu orang,” ujarnya. (rhm)
Loading...

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi