Demi Peningkatan Pelayanan, PDAM Tabanan Siap Dikritik

Rabu, 19 Desember 2018 : 16.17
Direktur Utama PDAM Kabupaten Tabanan IB Oka Sedana (kanan) didampingi Kabag Hubungan
Pelanggan Ida Bagus Marjaya Wirata saat menjawab pertanyaan wartawan
TABANAN - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tabanan selalu siap melakukan pembenahan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelanggan. Oleh karena itulah, PDAM Tabanan selalu siap menerima kritik.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Tabanan IB Oka Sedana didampingi Kabag Hubungan
Pelanggan Ida Bagus Marjaya Wirata mengemukakan hal itu saat menggelar jumpa pers di Aula PDAM Tabanan, Rabu (19/12/2018).

Menurut Dirut Oka Sedana, sepanjang tahun 2018 sejumlah permasalahan yang dihadapi PDAM Tabanan satu per satu telah dibenahi dan dicarikan solusi agar pelayanan tetap bisa berjalan dengan baik.

"Salah satu kendala yang sering dihadapi PDAM Tabanan adalah suplai listrik dari PLN yang sering tiba-tiba mati. Listrik mati satu jam, air PDAM bisa macet selama setengah hari," katanya berterus-terang.

Terkait hal itu, pihaknya telah mengadakan tambahan genset di beberapa tempat. Di antaranya adalah di Kecamatan Kerambitan dan Selemadeg yang sebelumnya sering mengalami gangguan pasokan listrik.

Oka Sedana mengakui, di anatara gangguan dan kendala yang ada selama tahun 2018, gangguan terhentinya pasokan air PDAM dari sumber air di Nyanyi ke pelanggan di wilayah Kecamatan Kediri beberapa waktu yang lalu merupakan kendala terberat sehingga penanganannya perlu waktu sampai tiga hari.

"Kasus Nyanyi merupakan kejadian luar biasa di luar prediksi karena saat itu tingkat kekeruhan airnya yang sangat tinggi sehingga sulit diolah. Ketika air akan disalurkan, ternyata pipa penyaluran dipenuhi endapan pasir sehingga pembersihannya perlu waktu sampai tiga hari," jelasnya.

Kabag Hubungan Pelanggan Ida Bagus Marjaya Wirata pada kesempatan tersebut menambahkan, untuk mengatasi kendala macetnya pasokan air, pihaknya telah melakukan droping air menggunakan dua truk tanki ke pelanggan yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Kediri yang terdampak gangguan.

"Saat itu dari 15 desa yang ada di Kecamatan Kediri, 12 desa di antaranya mengalami gangguan sehingga kami harus melakukan droping bantuan air kepada para pelanggan yang ada di 12 desa tersebut," katanya.

Terkait kejadian tersebut pihaknya minta maaf dan berharap ke depan tidak terjadi lagi sehingga pelayanan kepada para pelanggan bisa tetap berjalan baik.

"Untuk memudahkan para pelanggan membayar tagihan bulanan, mulai awal tahun 2019 kami juga akan menjalin kerjasama dengan sejumlah LPD, Toko Alfamart dan Indomaret sehingga pelanggan tak perlu antri lagi bila melakukan pembayaran tagihan," terangnya.

Menurut Marjaya, jumlah pelanggan PDAM Tabanan saat ini tercatat sejumlah 56.807 pelanggan. Setiap bulan mengalami penambahan sekitar 100 pelanggan.

"Dilihat dari jumlah pelanggan, PDAM Tabanan menduduki peringkat empat di Bali dan peringkat 37 di Indonesia. Tingkat pelayanan PDAM Tabanan saat ini sekitar 74 persen. Terbaik kedua setelah PDAM Buleleng," pungkasnya. (gus)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru