menu
search

Ada Insiden Pesawat Terbakar, Begini Kesigapan Jajaran Bandara Ngurah Rai

Kamis, 13 Desember 2018 : 19.48
Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat di Bandara Ngurah Rai
BADUNG - Insiden penerbangan seperti pesawat terbakar bisa terjadi di mana saja karena guna memastikan kesiapan jajaran dalam menangani kejadian tersebut jajaran Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menggelar latihan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD).

Dalam latihan itu, diskenariokan, terjadi kebakaran yang berasal dari pesawat Limate Air, rute Kuala Lumpur – Denpasar dengan nomor penerbangan Royal 123, Kamis (13/12/2018). Akibatnya, suasana menegangkan saat petugas dari berbagai satuan di lingkungan bandara bergerak melakukan penyelamatan para korban di landasan pacu.

Tampak mobil pemadam kebakaran , ambulans dan mobil patroli security bergerak ke lokasi pesawat terbakar. Data manifest, ada 295 penumpang dan enam orang kru dalam pesawat jenis Airbus seri 300 dengan registrasi PK-DPS.

Pesaawat nahas itu mengalami kecelakaan dan terbakar saat melakukan pendaratan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dalam kejadian ini dilaporkan 15 orang meninggal dunia, 20 orang luka berat, 36 orang luka ringan dan yang lain dinyatakan selamat.

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-101 PT Angkasa Pura I (persero), dilakukan secara berkala ini, melibatkan 1328 personel, yang nerasal dari Angkasa Pura I, Otoritas Bandara Wil. I, Perum LPPNPI, TNI AU Ngurah Rai, Kepolisian Daerah Bali, Basarnas, Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung, dan Kota Denpasar, Kantor Kesehatan, Pelabuhan, (KKP) Imigrasi, Bea Cuakai, airline, ground handling serta beberapa rumah sakit di sekitar bandara.

Selain kesigapan personel dalam menanggulangi kecelakaan penerbangan (aircraft crash), digelar pula simulasi kebakaran gedung (fire crash), serta abiation security exercise yaitu simulasi penanganan keamanan penerbangan dimana salah satu pesawat dikuasai oleh pihak lain (hijaking) sesaat setelah mendarat di Bandar I Gusti Ngurah Rai.

“Latihan PKD ini bertujuan untuk memantapkan fungsi komunikasi, koordinasi, dan komando antar unit serta antar instansi di lingkungan Bandara I Gusti Ngurah Rai, khususnya dalam menanggulangi keadaan darurat," tutur General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi.

Pihaknya ingin menguji kesesuaian dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP) dengan kondisi riil di lapangan. Selain itu, akan melakukan ecaluasi hasil simulasi tersebut sehingga Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat terus melakukan improvement.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, mengatakan. latihan PKD ini merupakan program kerja mandatory yang wajib menjadi perhatian seluruh stakeholder bandara. Dikatakan, dalam bisnis kebandarudaraan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan selalu menjadi prioritas utama dan merupakan tanggung jawab bersama.

"Semua pihak memiliki kontribusi yang sama, dan melalui latihan PKD ini kami ingin mengukur sekaligus mengevaluasi kesiapan bandara dalam menangani ancaman kecelakaan atau keamanan penerbangan yang dapat terjadi kapan saja,” tuturnya.

Guna mendukung Bali, sebagai destinasi pariwisata favorit bagi wisatawan domestik maupun internasional, tentunya Bandara Ngurah Rai memastikan dan menjaga kualitas pada seluruh sektor layanan yang mendukung operasional bandara sebagaimana prinsip 3S dan 1C yaitu Safety, Service, Security, dan Compliance. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua