menu
search

15 Bulan Jabat Kepala OJK Regional 8, Hizbullah Tinggalkan Bali

Rabu, 12 Desember 2018 : 23.30
Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah saat berpamitan dengan media di Denpasar
DENPASAR - Setelah genap 15 bulan menjabat Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah akhirnya harus meninggalkan Bali untuk melanjutkan pengabdian di kantor pusat OJK di Jakarta.

Saat malam perpisahan dengan media yang biasa bertugas di OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah menuturkan meski berat harus meningggalkan Bali namun demi pengabdian kepada negara, hal itu harus dijalankan.

"Tepat 15 bulan saya bertugas di Bali, saatnya berpisah, ya semua harus dijalani dengan perasaan senang," katanya di Concept Resto Jalan Teuku Umar, Denpasar, Selasa 11 Desember 2018 malam. Dia menceritakan, bagaimana suka duka menjadi pimpinan OJK, apalagi di Bali yang selalu menjadi langganan kegiatan internasinal.

"Setiap bulan bahkan setiap minggu selalu datang tamu VIP, puncaknya saat pertemuan Bank Dunia dan IMF bulan Oktober lalu," ucapnya. Bahkan, saat perhelatan IMF dan Bank Dunia, selama delapan bulan terakhir, dia mengaku sering lembur, hanya tidur dua sampai empat jam.

"Saat itu, tidak terasa capek, setelahnya terasa sakit sampai periksa ke dokter, ya dinikmati saja," tuturnya.

Kesibukan selama menjamu tamu penting VIP, diakuinya cukup menguras tenaga karena setiap satu pejabat harus didampingi. Padahal, acaranya selalu berubah setiap waktu, sehingga mau tidak mau dirinya harus bisa menyesuaikan.

"Ini semua bagian dari tugas, ya kita nikmati, itulah suka duka tuga di Bali, tetapi beruntung tidak sampai macet seperti di Jakarta," imbuhnya. Kini, dengan amanah baru sebagai pejabat yang akan mengawasi perbankan nasional di OJK pusat, Hizbullah akan melaksanakannya dengan baik.

Tugas di Ibu Kota, tentu membuat Hizbullah akan dihadapi pada rutinitas keseharian di OJK. Demikian juga, kembali harus menghadapi kemacetan lalu lintas mengingat rumahnya berjarak 17 km dari kantor OJK sehingga harus ditempuh dua sampai tiga jaman jika macet.

Seperti kata orang, mereka yang bekerja di Jakarta, hampir separuh waktu perjalanan habis di perjalanan. Satu hal yang membuatnya betah dan punya kesan positif selama dinas di Bali, karena merasa sudah dekat dengan industri perbankan dan menjadi keluarga termasuk dengan kalangan media.

"Nanti, kalau teman-teman media mau tanya sesuatu tentang OJK khususnya tentang perlindungan konsumen, bisa hubungi saya langsung dengan whatsapp (wa)," janjinya. Hizbullah juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, jika selama bersama memimpin OJK, ada yang tidak berkenan atau kekurangan lainnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua