Wapres Kalla Minta Otda Dijalankan dengan Jiwa NKRI

Sabtu, 03 November 2018 : 07.28
SUMEDANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan dalam menjalankan otonomi hendaknya dijiwa nasionalisme dalam bingkai NKRI ini. Tantangan yang dihadapi saat ini berbeda dengan sebelumnya, pada dasarnya pemerintahan ke depan harus mampu menata dan harus lebih baik dalam menjalankan otonomi daerah (Otda).

Untuk menjalankan demokrasi yang baik, keterbukaan yang baik, dan menjalankan teknologi yang baik serta semua hal yang dibutuhkan untuk menjawabnya adalah hadirnya pemimpin yang baik bagi masa yang akan datang. Tanpa jiwa tersebut kata Wapres Kalla tentu negara akan terpecah belah.

"Karena tugas anda semua mnjalankan persatuan dan menjaga kesatuan bangsa ini," tukas Kalla di sela pengukuhkan 1.994 Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXIX Tahun 2018 di Lapangan Parade Abdi Praja Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/11/2018).

Turut mendampingi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Wakil Gubernur(Wagub) Jawa Barat (Jabar) KH UU Rushanul, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo, dan Forkopinda Jabar, serta Plt Rektor IPDN.

Kepada praja dari IPDN diingatkan mereka semuanya merupakan calon-calon yang terbaik berjumlah 1.994 dari 44.000 orang yang mendaftar. Artinya ada kurang lebih 5 persen yang diterima dan yang hadir pada pengukuhan ini.

Sebagai kader-kader pamong praja yang melakukan pendidikan dan pelatihan di kampus IPDN, tentu mempunyai tugas pada kesempatan yang sangat baik. Sebagai calon pamong praja akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang akan dipimpin.

"Saat menjadi pemimpin kelak yang akan mendengar aspirasi masyarakat, dan apa yang perlu dibangun untuk masyarakat," tuturnya.

Wapres mengingatkan para muda praja IPDN untuk menaati aturan dan instruksi para pengajar dan instruktur. Hal ini diharapkan akan mengantarkan para muda praja IPDN menjadi pemimpin pada masa depan.

Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan banyak pemimpin dari tingkat bawah lurah, camat, bupati, walikota, gubernur, dirjen sampai menteri dan jabatan lainnya di tingkat pemerintahan pusat.

“Kita semua mengetahui bahwa karir sebagai pamong praja tentu sebagai karir yang sangat baik dan bemanfaat. Untuk itu harus dilaksanakan pendidikan ini dengan sebaik- baiknya pula," harap dia.

Dunia sangat berkembang dan dibutuhkan perubahan- perubahan setiap saat, baik teknologi, keinginan masyarakat,dan tuntutan masyarakat semua,” ujarnya. Kini, semuanya bertugas menjalankan persatuan dan menjaga kesatuan bangsa ini.

Karena itu, dalam beberapa waktu terakhir telah diwujudkan bahwa tamatan IPDN ditugaskan bukan di daerah asalnya tapi di daerah yang berbeda, agar memiliki pengalaman dan menjiwa bahwa semuanya mempunyai bangsa yang besar dan mengetahui dinamika masalahnya.

Diakhir sambutannya, Wapres Jusuf Kalla memberi wejangan bagi setiap pamong praja untuk selalu menjaga sikap dan perilaku sebagai calon pemimpin masa depan. Setelah tamat dari tempat ini, semuanya akan menjadi perangkat pemerintah daerah, bisa jadi lurah, camat, bupati, gubernur, bahkan menteri.

Oleh karena itu, karir sebagai pamong praja perlu didorong dengan baik, sesuai dengan sikap dan prilakunya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi