Usai 13 Tahun Dibui, Renae "Bali Nine" Dideportasi ke Australia

Rabu, 21 November 2018 : 22.42
Petugas menggiring Renae Lawrence ke Bandara Ngurah Rai sebelum akhirnya dideportasi ke Australia/foto:humas polda bali
DENPASAR - Setelah bebas usai menjalani pidana penjara 13 tahun di Rutan Bangli, terpidana kasus narkoba asal Australia, Renae "Bali Nine" Lawrence (41) langsung dideportasi ke nagara asalnya, Australia.

Putri dari Beverly Ann ini langsung dideportasi ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Rabu (21/11/2018). Pembebasan Renae yang ditunggu wartawan dari media cetak, elektronik nasional dan asing dilakukan sekitar pukul 17.00 Wita.

Perempuan yang fasih berbahasa Indonesia langsung diberangkatkan ke Bandara Ngurah Rai dengan pengawalan ketat aparat bersenjata gabungan Polda Bali, Polres Bangli dan Kemenkumham. Sesampainya di bandara, petugas langsung menggiring Renae langsung diarahkan menuju ruang detensi Imigrasi.

"Polisi hanya melakukan pengamanan sesuai surat permintaan dari Kemenkumham agar selama perjalanan dari Rutan menuju Bandara berjalan aman dan lancar," jelas Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Drs. I Nyoman Sumanajaya.

Pihaknya, dalam pengamanan ini, menerjunkan 24 personel terdiri dari Direktorat Intelkam, Direktorat Lalu Lintas, Sat Brimob dan Bid Humas. Dijelaskan Sumanajaya, tidak ada yang istimewa dalam pengamanan ini. Semua pengamanan dilakukan pengamanan sesuai SOP.

"Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami sudah memetakan kerawanan yang mungkin terjadi,” sambung Sumanajaya.

Berdasar pemantauan di lapangan, Renae sempat bertemu dengan Konsulat Australia dan pihak keluarga hingga pukul 21.10 Wita, diantar petugas Imigrasi lanjut boarding ke pesawat Virgin Air yang akan membawanya pulang ke Australia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi