Selamatkan Lingkungan, BSSN Dorong Pengurangan Penggunaan Kertas di Era Digital

Selasa, 27 November 2018 : 20.50
JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus mendorong pengurangan penggunaan kertas atau budaya paperless sebagai upaya turut menyelamatkan lingkungan.

Dalam kaitan itu pula, BSSN menggelar Seminar BSrE Tech Day 2018 dengan tema “Membangun Budaya Paperless Office di Era Digital” di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

Dalam acara dihadiri perwakilan 60 instansi pemerintah dan BUMN menghadirkan Kepala BSrE - Rinaldy, dan praktisi paperless office, Yani Dama Putera guna berdiksusi tentang praktik terbaik dan
pemanfaatan digital signature untuk mewujudkan budaya paperless office.

Dalam kesempatan tersebut disiskusikan pula transformasi digital Pertamina, pengenalan aplikasi verifikasi dokumen elektronik - VeryDS, membangun budaya paperless office, dan implementasi tanda tangan digital di pemerintahan.

Selama kegiatan berlangsung, dibuka booth BSrE sebagai media deseminasi layanan, aplikasi, dan teknologi yang dikembangkan oleh BSSN untuk memperkenalkan dan menumbuhkan security awareness.

Selain itu juga menjadi ajang konsultasi penerapan sertifikat elektronik sebagai pondasi budaya paperless office. Sekretaris Utama BSSN – Syahrul Mubarak berpendapat budaya paperless office dapat menjadi percepatan Bangsa Indonesia untuk mencapai good governance.

"Tentunya dengan tetap mengedepankan pengamanan dokumen melalui fitur keamanan sertifikat elektronik yang dapat memberikan jaminan keutuhan (authentication), keaslian (integrity) dan nir penyangkalan (non-repudiation)," tuturnya.

Syahrul melanjutkan, buudaya paperless office diharapkan dapat membantu pencapaian program go
green yang dicanangkan pemerintah. Pengurangan penggunaan kertas, tinta printer, dan sumber daya listrik akan berdampak pada penyelamatan lingkungan alam.

Pasalnya, konsumsi pohon sebagai bahan dasar pembuatan kertas, dan batubara serta minyak bumi sebagai bahan bakar pembangkit listrik dapat ditekan. Selain dana APBN dapat dialokasikan untuk kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat, hutan Indonesia sebagai sumber oksigen dan paru-paru dunia tentunya akan tetap lestari terjaga. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi