SAR Perpanjang Tiga Hari Operasi Pencarian Korban Pesawat Lion Air

Minggu, 04 November 2018 : 14.56
Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi memberikan keterangan pers/foto:basarnas
JAKARTA - Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi menegaskan operasi SAR terhadap jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP diperpanjang selama 3 hari lagi. Alasan perpanjangan operasi tiga hari ke depan, setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi serta masukan-masukan dari lapangan, operasi SAR.

"Hasil operasi sampai pada hari ke-7 ini, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 105 kantong jenazah yang sudah diberi label tim DVI," tegas Syaugi saat menggelar konferensi pers update di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11/2018).

Pihaknya berharap, dengan penambahan waktu tersebut serta sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR. Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, BPPT, KNKT, KKP, Bea Cukai, Pertamina, dan seluruh Potensi SAR dapat segera menyelesaikan operasi tersebut.

"Jumlah ini, saya pastikan akan bertambah karena tim SAR telah menemukan beberapa korban dalam beberapa kantong jenazah baik di kapal maupun di posko aju di Tanjung Pakis Karawang," lanjutnya.

Syaugi menjelaskan, selain korban, tim SAR khususnya para penyelam telah menemukan engine, 1 telah dievakuasi ke Posko Terpadu, satunya dalam kondisi tidak lengkap yang sudah dipastikan koorsinatnya.

Untuk roda, 1 lengkap sudah dievakuasi ke Posko Terpadu, sementara 2 roda lainnya dalam kondisi tidak lengkap sudah diketahui posisinya.

"Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV yang sampai saat telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi," jelas dia.

Kemudian, Kabasarnas juga menerangkan hasil pencarian CVR pesawat yang sebelumnya sempat terdeteksi Ping Locator meskipun sangat lemah. "Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang handal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman, namun belum berhasil ditemukan secara fisik.

Posisinya sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian. Kondisi dasar laut berlumpur, kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya," jelasnya.

Kabasarnas juga menjelaskan rencana operasi selanjutnya tetap mengandalkan pencitraan dari ROV. Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman. Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis.

"Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat kemarin dari kawasan itu ditemukan banyak korban," terangnya.

Pihaknya menyampaikan informasi bahwa pada Senin (5/11/2018) pagi, akan melaksanakan pertemuan dengan para keluarga korban atas undangan dari Lion Air untuk dialog dan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan operasi SAR.

Tidak hanya Kabasarnas, tetapi Panglima TNI dan Menteri Perhubungan juga diundang pada keaempatan tersebut.

Untuk operasi pencarian pada hari ke 7 saat ini meliputi prioritas 1 pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B. Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV).

Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS).

Di 2 sektor ini, pencarian melibatkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya. Spot atau titik-titik penyelaman sudah dibagi secara rinci dan detail oleh Basarnas ke spot atau titik-titik penyelaman.

Area atau luasan penyelaman ini mencapai 2,7 kilo meter persegi. Sedangkan Prioritas 2, pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan 40 kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan.

Sebelumnya, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi