Puluhan PSK dan Pelanggar KTR Jalani Sidang Tipiring di Denpasar

Senin, 12 November 2018 : 23.02
DENPASAR - Sebanyak 22 orang WTS/PSK, 3 orang Germo, 1 lelaki Hidung Belang, 4 orang PKL, dan 12 pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Kota Denpasar menjalani sidang tindak pidana ringan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denasar gencar melaksanakan sidak dengan menyasar seluruh aspek. Hal ini diwujudkan denga melaksanakan sidak dengan menyasar beberapa kawasan seperti halnya prostitusi, PKL, serta Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Serangkaian pelaksanaan sidak seminggu belakangan ini, Sat Pol PP Kota Denpasar kembali melaksanakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi masyarakat yang terjaring dan kedapatan melanggar perda.

Sidang di Banjar Kelandis Denpasar, Senin (12/11/2018) turut menjatuhkan hukuman kepada para pelanggar dengan membayar denda antara Rp400 ribu sampai Rp2 juta. Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, Sidang Tipiring merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda.

Selai itu, sidang di banjar atau ruang publik lainnya sebagai bentuk sosialisasi Perda guna meminimalisir pelanggaran oleh masyarakat. “Sidak dan Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan penegakan Perda dan mensosialisasikan Perda itu sendiri,” jelasnya.

Adanya laporan masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Sat Pol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya.

Menurut Sayoga, adapun keseluruhan pelanggar melanggar Perda No 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umun pasal 39 ayat 1, 2 dan 3. Serta Perda No. 7 tahun 1993 tentang pemberantasan pelacuran.

Sidang dipimpin Hakim I Ketut Kimiyasa, Panitera Made Arta dan Jaksa Yudi Purwanta ini menjatuhkan hukuman denda beragam bagi seluruh pelanggar denga kisaran Rp. 400 ribu hingga Rp. 2 Juta.

“Para pelnggar ini nantinya akan dikembalikan untuk dilakukan pembinaan, dan lokasi prostitusi sedang dilaksanakan kordinasi untuk ditutup,” tutupnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi