Presiden Jokowi: Masyarakat Sering Lupakan Keragaman Hingga Merasa Tidak Sebangsa

Senin, 12 November 2018 : 15.43
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Kongres Indonesia Millineal Movement di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat/foto: biro pers setpres
BOGOR - Presiden Joko Widodo mengungkapkan sebagian masyarakat sering melupakan keragaman yang dimiliki Indonesia sehingga menyebabkan mereka tidak merasa se-Bangsa dan se-Tanah Air.

Kepala Negara mengingatkan hal itu saatbersilaturahmi dengan para peserta Kongres Indonesia Millennial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat. Kepala Negara kembali mengingatkan akan beragamnya bangsa Indonesia.

"Keragaman yang dimiliki Indonesia ini, menurutnya, sering sekali dilupakan oleh masyarakat yang menyebabkan kita terkadang merasa tidak sebangsa dan setanah air," katanya mengingatkan, Senin (12/11/2018).

Karena itulah, Jokowi tak lelah terus mengingatkan dalam pelbagai kesempatan jika bertemu masyarakat khususnya generasi muda sebab, sering sering lupa masalah ini. "Karena kita lupa, menyebabkan kita ini kadang-kadang merasa tidak saudara. Padahal kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," tegasnya lagi.

Hal itu ditambah lagi dengan merebaknya tindakan-tindakan yang menjurus intoleransi hingga ekstremisme di kalangan masyarakat. Ia juga mengungkapkan, banyak tindakan intoleransi terjadi bukan karena didorong oleh keinginan sendiri, melainkan terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa politik yang terjadi.

"Sebetulnya yang berkaitan intoleransi, terutama di negara kita, lebih banyak didorong peristiwa-peristiwa politik. Pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Kejadiannya banyak dimulai dari situ," tuturnya.

Lantaran kepentingan politik sesaat yang dijalankan dengan cara-cara yang tidak beretika menyebabkan masyarakat saling berbenturan. "Di situlah intoleransi di negara kita menurutnya bermula," demikian Jokowi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi