Pemerintah Gelontorkan Rp187 Triliun Demi Pembangunan Desa di Tanah Air

Senin, 05 November 2018 : 23.30
Presiden Joko Widodo/foto:biro pers setpres
BANTEN- Hingga saat ini tak kurang anggaran sekira Rp187 triliun telah digelontorkan pemerintah untuk pembangunan desa di seluruh Tanah Air.

"Program dana desa yang telah dijalankan oleh pemerintah selama 4 tahun merupakan  bentuk perhatian pemerintah kepada desa," jelas Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019 dan Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten.

Acara ini dihadiri para kepala desa, pendamping desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kader posyandu, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), LPM kabupaten, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa.

"Saat ini dana desa sudah empat tahun kita jalankan. Total Rp187 triliun. Ditambah lagi tahun depan Rp70 triliun. Apa artinya? Artinya pemerintah memberi perhatian sangat besar kepada desa," kata Presiden di Lapangan Froggy, Kawasan Foresta Business, Kabupaten Tangerang, Minggu, 4 November 2018.

Damoak adanya dana desa ini, menurut Jokowi diantaranya angka kemiskinan di desa yang menurun dua kali lipat dibandingkan di kota. Setidaknya 1,2 juta penduduk di desa sudah berhasil dientaskan dari kemiskinan.

"Stunting  juga turun dari 37 persen jadi 30 persen. Ini penurunan sangat tajam," lanjutnya.

Presiden memaparkan beberapa penggunaan dana desa yang telah berjalan. Dari segi infrastruktur, sekira 95.000 kilometer jalan desa telah dibangun di 74.000 desa yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Untuk jembatan yang dibangun sebanyak 914. Sejumlah 22.000 KK juga telah mendapat akses air. Selain itu ada juga tambahan perahu kecil sebanyak 2.200 perahu. PAUD yang dibangun 14.000 unit, Polindes sebanyak 4.100 unit, dan pasar desa sebanyak 3.100 unit.

"Kenapa saya katakan ini? Setiap saya ke daerah, saya cek betul _progress_-nya seperti apa," katanya menegaskan.

Kepala Negara mengajak semua pihak terutama para pendamping desa untuk terus mendampingi dana desa ini sehingga penggunaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat yang ada di desa.

"Ini yang namanya dana desa, negara lain mulai meniru kita. Bank Dunia mengatakan banyak negara yang ingin meniru dana desa. Banyak sekali yang ingin melihat caranya seperti apa, transfernya seperti apa, penggunaannya seperti apa," tuturnya.(rhm)


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi