Moeldoko: Presiden Jokowi Bangun Infrastruktur Demi Fondasi Peradaban Manusia

Kamis, 22 November 2018 : 17.27
MALANG – Pembangunan infrastruktur yang digenjot di Indonesia dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo tak lain sebagai pondasi dalam membangun peradaban manusia. Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menjadi narasumber dialog pubik Daya Saing Indonesia di aula UBTV (Universitas Brawijaya TV), Malang , Kamis (22-11-2018).

Selain Moeldoko, turut menjadi pembicara Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dalam acara yang dibuka Rektor UB Nuhfil Hanani. Moeldoko menyampaikan paparan pertama tentang daya saing dengan cerita tenntang salah satu anaknya yang alumni UB.

“Setelah lulus anak saya berwiraswasta di dunia perdagangan beras dan berhasil mengembangkan dan membesarkan usahanya. Ini adalah juga bukti bahwa generasi muda kita mampu dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Moeldoko disambut applaus hadirin.

Moeldoko menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi adalah pondasi untuk membangun peradaban manusia.

Bukan sekadar bermakna sebagai pembangunan fisik belaka. Pemaknaan secara sempit dari pembangunan infrastruktur merupakan sebuah pemahaman yang kurang tepat dan tidak komprehensif atau menyeluruh.

“Infrastruktur adalah pondasi untuk memajukan kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat indonesia. Selain juga merupakan wujud pemerataan pembangunan di seluruh wilayah nusantara,” tutur mantan Pangdam Diponegoro itu.

Di sisi politik, kehidupan demokrasi di Indonesia, membutuhkan dukungan dari semua elemen bangsa agar menjadi sebuah demokrasi yang bisa mendukung dan memperkuat peningkaan daya saing bangsa.

Hal-hal yang berpotensi memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa seharusnya tidak lagi muncul dalam kehidupan masyarakat yang lebih demokratis.

Upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program, mulai dari kebijakan BBM satu harga, pemerataan listrik di daerah-daerah pelosok, pembuatan tol laut, pembagian kartu-kartu jaring pengaman sosial sampai program pendidikan vokasi untuk peningkatan produktivitas dan daya saing.

Semua poin itu disampaikan Moeldoko dengan jelas, tegas dan komunikatif. “Harus ada terobosan dan lompatan-lompatan kemajuan dari berbagai sektor kehidupan sehingga pemajuan pembangunan yang dilakukan pemerintah bisa menjadi pondasi utama untuk peningkatan daya saing bangsa,” tegas dia.

Ia melanjutkan, perubahan itu bersifat global, memiliki banyak risiko, kompetitif dan kompleks. Untuk itu diperlukan sikap bersama dari semua elemen bangsa, yaitu antiisipasi yang kuat terhadap perubahan yang terjadi dan inovasi terus-menerus. “Innovate or die! Itulah pilihan yang dihadapi bangsa kita sekarang,” tutup Moeldoko.

Kwgiatan dihadiri ratusan mahasiswa UB memenuhi ruang aula untuk mengikuti dialog publik yang sebelumnya didahului acara focus group discussion di Guest House UB dengan narasumber Deputi II KSP Yanuar Nugroho dan Direktur Komunikasi dan Informasi Ekonomi dan Maritim Kemkominfo Septriana Tangkary.

Dalam kesempatan itu, Rektor UB Nuhfil menyampaikan, Indonesia ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang bhineka tunggal ika sebagaimana dicanangkan founding father kita, Soekarno. "Konteksnya bahwa keberagaman atau kebhinekaan itu adalah modal besar untuk meningkatkan daya saing bangsa," tukasnya.

Sementara dalam paparan, Triawan Kontribusi ekonomi kreatif saat ini sudah mencapai angka lebih dari 1000 trilyun melalui nilai tambah dari kekayaan intelektual dari kreativitas manusia berbasis tehnologi, ilmu pengetahuan dan warisan budaya.

Sebagaimana dicita-citakan Presiden Jokowi, Triawan mengatakan bahwa ekonomi kreatif untuk menjadi tulang punggung perekonomian bangsa di masa mendatang dan sudah harus dimulai saat ini.

“Saat ini kita belum memiliki produk andalan yang siap untuk memasuki pasar dunia. Ketika Presiden Jokowi ditawarkan oleh Jack Ma untuk memasarkan 5 produk andalan indonesia di Cina, kita tidak bisa serta-merta memutuskan apa saja produknya,” demikia Triawan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi