Menteri Susi: Satgas Ungkap 134 Kasus Illegal Fishing hingga November 2018

Jumat, 23 November 2018 : 17.45
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berikan keterangan pers/foto: humas kkp
JAKARTA - Satuan Tugas Pemberantas Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) sejak pertengahan 2017 hingga November 2018 telah menangani 134 kasus illegal fishing di Tanah Air. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas 115, mengungkapkan sejumlah hasil kinerja Satgas yang dipimpinnya.

"Sebanyak 41 kasus telah mendapatkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ungkap Menteri Susi dalam gelaran konferensi pers di Jakarta pada Kamis (22/11/2018). Menurutnya, capaian tersebut sudah sangat baik. Dengan membuktikan penangkapan kapal ikan asing ini maka makin hari makin meningkat kinerjanya.

"Kita berharap tidak bertambah lagi (kapal illegal fishing), malah tidak ada lagi yang harus kita tangkap," harapnya. Hanya saja, diakuinya, begitu musim angin baik, musim ikan datang, masih ada yang mencoba beberapa kali.

Selain itu, Satgas 115 juga menangkap setidaknya 633 kapal pelaku illegal fishing (oleh unsur Satgas 115, terhitung sejak Januari 2017 – Oktober 2018), baik yang berbendera asing maupun berbendera Indonesia dengan komposisi 366 kapal ikan berbendera Indonesia dan 267 kapal ikan
asing.

"Sebanyak 488 kapal pelaku illegal fishing telah ditenggelamkan berdasarkan penetapan atau putusan pengadilan," tutur Menteri Susi.

Kemudian Satgas 115 juga melakukan operasi pembersihan rumpon ilegal dan menemukan 60 rumpon ilegal di Laut Seram. Indikasi data satelit terakhir, total rumpon di perairan Indonesia ini sudah luar biasa banyak mencapai lebih dari 10 ribu.

"Ini merupakan persoalan besar. Dengan rumpon ini, mereka mengumpulkan ikan-ikan untuk berkeliaran di wilayah ujung dari EEZ kita, sehingga mereka mencuri dekat dari perairan kita. Ini persoalan besar," tandasnya.

Merusak ekologi, mengurangi menepinya ikan-ikan di batas perairan kita. Walaupun betul sekarang ikan sudah banyak. Tapi alangkah lebih bagus lagi kalau bisa mengangkat rumpon yang dipasang oleh asing.

Satgas 115 juga telah berhasil menangkap kapal STS-50 yang merupakan buronan internaisonal karena melakukan kejahatan perikanan di berbagai negara. Selain itu, Satgas 115 telah membentuk working group yang terdiri dari beberapa negara untuk menindaklanjuti temuan-temuan dari investigasi kapal FV. STS-50.

Working group ini diinisiasi melalui Regional Investigative and Analytical Case Meeting (RIACM) yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 4 – 5 Juli 2018.

"Kemudian kapal STS-50 juga telah selesai. Saat ini kita sedang menunggu permohonan untuk dikabulkan oleh Kementerian Keuangan. Dimana kapal STS 50 ini akan kita gunakan sebagai alat kampanye anti IUUF keliling di seluruh pelabuhan-pelabuhan Indonesia," tambahnya.

Susi menambahkan, Satgas 115 juga telah menemukan modus operandi illegal fishing seperti penggunaan flag of convenience oleh beneficiary owner yang berada dalam negara lain, false claim bendera melalui pemalsuan dokumen certificate of registry,.

Juga, perekrutan ABK dari negara lain tanpa dokumen perizinan yang lengkap, hingga fraud landing (tidak mendeklarasikan/melaporkan jenis dan jumlah ikan dengan benar) .(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi