Libatkan Masyarakat, EcoBali Kelola Sampah Kemasan hingga Bernilai Tambah

Senin, 19 November 2018 : 18.24
Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto memperagakan cara membuang sampah kemasan sebelum didaur ulang
BADUNG - Guna mengurangi produksi sampah kemasan EcoBali dan Tetra Pak Indonesia terus berkolaborasi dalam memproses daur ulang sampah hingga bernilai tambah.

Berdasarkan data dilansir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat ini, hanya ada sekitar 10 % -15 % daur ulang , 60 % -70 % sampah lainnya belum terkelola dengan baik dan berakhir di lingkungan terutama perairan sungai, danau, pantai dan laut.

Total timbunan sampah diantaranya ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir sedangkan 15 % -30 % masih menjadi permasalahan sampah sebagaimana dihadapi Provinsi Bali. Gubernur Bali Dr Ir Wayan Koster telah mencanangkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk mewujudkan kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Berangkat dari pemahaman inilah, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman terdepan di dunia.

Tetra Pak Indonesia, mengapresiasi dan kolaborasinya dengan salah satu parusahaan Bali yang bergerak dalam area edukasi masyarakat dan penanganan sampah terintegrasi yaitu EcoBali Rocycling.

Menandai perayaan Satu Dekade Kolaborasi Pengelolaan Sampah Kemasan digelar acara yang dihadiri beberapa pemangku kepentingan seperti Gubernur Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Provins Balil dan Nusa Tenggara, mitra hotel, restoran, kafe, sekolah, dan retaler serta komunitas pegiat ingkungan.

Kolaborasi dimulai Tetra Pak Indonesia dan EcoBali Recycling, sejak tahun 2007 ini memastikan kemasan karton bekas minuman dapat dikumpukan secara terpilah. Kemudian, sampah-sampah yang sudah dipilah dan dikirimkan ke pabrik daur ulang yang juga merupakan mitra pendaur dan Tetra Pak Indonesia.

Environment Manager Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto menerangkan, Kolaborasi dengan EcoBall Recycling, selama satu dekade ini telah menciptakan jaringan pengumpulan alur formal dan informal.

Jaringan itu sepert di Bank Sampah, TPS3R Lapak Bandar, Sekolah Kantor Pemerintahan, Hotel, Restoran, maupun Kafe yang mencakup total 72 bisnis di Pulau Bali.

"Kerja sama ini juga memastkan bahwa sedotan untuk masuk dalam kemasan karton bekas minuman sejak dan sumbernya yang kemudian dikumpulkan untuk dijemput mitra pengumpul yatu EcoBali Recycling," tuturnya.

Semua sampah kemasan itu kemudian dikirimkan ke pabrik daur ulang baik yang di Tangerang maupun di Surabaya.

Gubernur Bali dalam sambutannya dibacakan Plt Kadis Lingkungan Hidup Luh Ariani menyatakan, visi pembangunan Pemerintah Bali yaitu menyelaraskan kesucian dan keharmonisan Pułau Bali, tentunya mengapresasí kolaborasi satu dekade antara Tetra Pak Indonesia dan EcoBali Recycling.

"Kami berharap kolaborasi dan inisiatif serupa akan terus tumbuh untuk mencapai Visi Pembangunan Provinsi Bal yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta menginspirasi masyarakat dan pelaku bisnis untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," tegas Koster.

Pihaknya meminta peran para pemangku kepentingan di Bali untuk bersama-sama mendorong kesadaran publik terhadap pengelolaan sampah. Dalam kesempatan sama, Direktur EcoBali Recycling I Ketut Mertaadi tergerak mempromosikan pengelolaan sampah yang terintegrasi, menciptakan pengetahuan berbasis lingkungan.

Selain itu, terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah sejak dani sumber untuk mencapai zero waste di Provinsi Bali.

Menuruthya solusi lingkungan pada permasalahan sampah kemasan dianggap berhasil jika proses pengumpulan sampah serta infrastruktur daur ulang di seluruh daerah dibuat lebih baik dengan kerja sama para pemangku kepentingan di daerah dan di pusat.

"Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah sejak dari sumber meningkat," tuturnya. Tetra Pak Indonesia dan EcoBali Racycling teiah bekerja sama untuk menanggulangi isu pengelolaan sampah dengan berbagai inisiatif.

Salah satunya dengan menggelar edukasi bagi lebih dari 200 sekolah di tahun 2015-2018 secara nasional dan serta 5,000 guru dan orang tua.

Berkat kolaborasi ini EcoBali Recycling Bersama Tetra Pak Indonesia berhasil meminimalkan sampah di Pulau Bali selama ini dan ikut memberikan kontribusi Indonesia yang mencapai 204 % hingga bulan Oktober 2018.

Program edukasi tak kurang dan 18.000 murid mengumpulkan lebih dari 2.098 ton kemasan karton bekas recycling.

Pengelolaan Sampah Kemasan ini semakin mengukuhkan komitmen perusahaan Tetra Pak Indonesia dalam menerapkan prinsip (circular economy), dimana produk kemasan yang berasal dan sumber daya terbarukan ini dikeloka secara bertanggung-jawab untuk kemudian digunakan oleh konsumen.

"Selanjutnya dipilah disortir, dikumpulkan serta diolah menjadi produk daur ulang yang memiliki nilal guna tambah," sambungnya.

Bersama salah satu Mtra Pendaur Ulang di Tangerang Tetra Pak Indonesia, juga berinvestasi menyediakan mesin pulper baru yang meningkatkan volume pengolahan mencapai dua kall lipat danı tahun sebelumnya.

Model kerja sama inilah yang memastkan Mitra Daur Ulang tetap memperoleh niłai maksimal dani kemasan karton bekas minuman yang diolah secara efektif bisnis ekonomi melingkar.

Tetra Pak berkomitmen terus meningkatkan jumlah kemasan karton bekas minuman yang berhasil di daur ulang Pada 2017 lebih dari 100 ribu alap gelombang dan papan partisi rumah telah dbuat dan bahan hasil daur ulang dani kemasan karton Tetra Pak.

Produk daur ulang ini juga digunakan untuk membuat bahan funitur dan kertas daur ulang.

Direktur EcoBali Ketut Mertaadi menjelaskan bagaimana proses pemilihan sampah kemasan sebelum proses daur ulang
Bahkan dalam 3 tahun terakhir in telah lebih dan 8216 ton kemasan karton bekas minuman yang berhasil di daur ulang dan diolah menjadi produk bermanfaat seperti program pembangunan Rumah Baca yang dilakukan Tetra Pak di sekolah-sekolah mulai tahun 2018 ini.

Di Indonesia, Tetra Pak Indonesia memiliki program yang berkomitmen pada 4 Faktor Sukses Daur Ulang Pertama, program edukasi masyarakat yang dihubungkan dengan pembentukan komunitas sebagai mitra pengumpul kemasan karton bekas minuman secara terpilah di wilayah Jawa-Bali.

Kemudian, peningkatan kapasitas pabrik daur ulang sebagai mitra pendaur dari Tetra Pak Indonesia, dan diłanjutkan faktor keempat yaitu pemanfaatan nilai ekonomi yang terkandung dalam kemasan karton bekas minuman.

Selanjutnya, diolah menjadi hasil jadı produk daur ulang secara efektá, efisien, tepat sasaran, memenuhi, harapan konsumen dan mampu mencapai produksi massal. Tetra Pak Indonesia bersama para pelanggannya juga meluncurkan program edukasi cara memasukan kemasan karton bekas minuman ke dalam tempat sampah atau drop box yaitu dengan gerakan 3L.

Gerakan 3L yakni Buka Lipatan atas dan bawah, Letakkan sedotan ke dalam kemasan dan ratakan Lepaskan kemasan bekas di tempat yang disediakan Gerakan ini bertujuan mengedukasi konsumen tentang bagamana cara memilah dan meminimalisir dampak sampah kemasan.

Termasuk sedotan plastik secara tenntegrasi Gerakan ni juga memastikan bahwa sedctan plastik dari kemasan jüga terkumpul bersama kemasan untuk kemudian di daur utang menjedi barang berharga lainnya.

Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dr. Novrizal Tahar menambahkan, pemerintah menargetkan pengurangan sampah melalui Perpres No 97/2017 tentang Kebijakan dan Strateg Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga sampai tahun 2025.

Target tersebut tentunya tidak akan tercapai tanpa adanya aktivitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memastikan sampah tdak tercecer. Khususnya sampah kemasan, tetap terkelola dengan bak dan memiliki nilai tambah di masyarakat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi