Latihan Bersama, Basarnas Kerahkan KN SAR Arjuna ke Selat Lombok

Rabu, 28 November 2018 : 15.42
KN SAR Arjuna dikerahkan dalam latihan bersama di Selat Lombok/foto: humas SAR dps
DENPASAR - Basarnas mengerahkan KN SAR Arjuna dan sebuah helikopter ke Selat Lombok guna melakukan penyelamatan korban kapal cepat mengalami kebocoran dan tenggelaum di Rabu (28/11/2018).

Basarnas, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mendapatkan laporan kejadian dari KSOP Padangbai sekitar pukul 08.55 Wita. Kapal bercat putih hijau dengan nama lambung kapal Sarex Express 28 tersebut, bertolak dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 08.20 wita dengan rute tujuan Pelabuhan Lembar.

Ketika laporan diterima ada sebanyak 40 POB telah berusaha menyelamatkan diri dan meloncat ke air menggunakan life vest. Dari laporan pelapor, kapal nahas itu melaju dengan kecepatan 10 Knot dan arah 112° dari Padangbai.

Kapal 23 meter itu mulai mengalami gangguan setelah 30 menit keberangkatan tepatnya berjarak 7,5 NM dari Pelabuhan Padangbai. Diketahui, kapal nahas berbendera Indonesia tersebut merupakan milik Wayan Eka, dan ia mengungkapkan babwa kapal tak dilengkap peralatan komunikasi.

Informasi adanya insiden itu bagian dari skenario latihan SAR bersama yang telah dilaksanakan di Selat Lombok, Rabu (28/11/2018). Latihan SAR bersama ini penting untuk mendekatkan kesiapsiagaan serta respon time pelayanan SAR khususnya di Provinsi Bali dan Provinsi Mataram secara komprehensif.

Sesuai prosedur operasi SAR, setelah menerima laporan maka Basarnas lakukan koordinasi serta menggali informasi. Setelahnya dikerahkan tim SAR beserta Alut dari Kantor SAR Denpasar dan Kantor SAR Mataram. Sekitar pukul 09.55 Wita KN SAR Arjuna d

Sementara itu pergerakan SRU dari Kantor SAR Mataram berupa Rigit Inflatable Boat (RIB) pada pukul 10.05 Wita. Upaya pencarian para korban juga dilakukan melalui udara dengan menggunakan Heli BO 105 HR 1524.

Take off dari Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 11.05 Wita. Tak lama berselang, kira-kira 20 menit Heli sudah berada pada posisi koordinat kapal tenggelam. Terpantau ada korban yang terapung-apung dan juga ditemukan beberapa diantaranya bertahan di atas life raft.

Pada pukul 11.15 Wita tim SAR yang melakukan penyisiran di perairan mulai berhasil menemukan korban. Operasi SAR berlangsung hingga pukul 12.00 Wita dan seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Latihan SAR bersama ini dinyatakan selesai setelah tim SAR dan Alut sandar di Pelabuhan Benoa.

"Setiap tahapan pelaksanaan operasi SAR sudah dilakukan sesuai dengan SOP," ungkap Ketut Gede Ardana selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Selama berlangsungnya latihan ini, selalu mendapatkan bimbingan langsung dari perwakilan Direktorat Kesiapsiagaan dan Latihan Basarnas.

Seluruh staff pendukung SMC berada pada porsi tugasnya masing-masing begitupula peranan dari potensi SAR. Pada upacara penutupan, Ardana menyampaikan apresiasi kepada semua unsur yang terlibat dan berterimakasih atas antusiasme dari personil Basarnas dan dan instansi lain yang terlibat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi