KH Ma'ruf Amin: Kesepakatan Bersama Lahirkan Indonesia dan Pancasila

Jumat, 02 November 2018 : 09.54
Ulama dan tokoh masyarakat se Jakarta Selatan memberikan dukungan kepada KH Ma'ruf Amin mendampingi Capres Joko Widodo di Pilpres 2019/foto:istimewa
JAKARTA - Dr. KH. Ma'ruf Amin mengungkapkan kelahiran Indonesia dan dasar negara Pancasila merupakan bentuk kesepakatan bersama atau kalimatun sawa dari seluruh elemen bangsa karenanya harus tetap dijaga dengan baik.

Hal itu ditegaskan Ma'ruf saat bertemu sejumlah alim ulama, ustadz, keluarga besar Nahdlatul Ulama dan tokoh masyarakat se-Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018) subuh. Silaturrahim dibuka dengan salat subuh berjama'ah, tahlil dan dzikir. Cawapres nomor urut 01 yang berpasangan dengan Capres Petahana, Ir. Joko Widodo, didaulat menyampaikan tausiah kebangsaan.

Tausiah berisikan tentang pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan dan anasir yang ingin memecah belah bangsa. Termasuk potensi mengganti idiologi Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

"Indonesia lahir dari satu kesepakatan bersama (kalimatun sawa). Pancasila adalah kesepakatan bersama yang harus dijaga," tegas Ma'ruf. Islam itu bukan khilafah saja. Kerajaan juga Islam, ada Saudi Arabia dan Yordania. Emirat juga Islam, ada Uni Emirat Arab. Republik juga Islam. Ada Mesir, Pakistan, Turki, dan Indonesia.

"Khilafah yang dibawa ke Indonesia tertolak dengan sendirinya karena kita punya sistem yang disepakati bersama NKRI. Khilafah bukan ditolak, tapi tertolak karena menyalahi kesepakatan. Bukan Islam atau bukan Islam," tukas Ma'ruf.

Usai mendengarkan Tausiah Kebangsaan, para alim ulama, ustadz, tokoh masyarakat se Jakarta Selatan yang hadir dipimpin antara lain KH. Lukman Hakim, KH. Abdul Rozak Alwi, KH. Drs. Zaini Ahmad, KH. Drs. Ali Nurdin MM, KH. Abdul Halim, KH Irfan Zidny, dan sejumlah nasayikh lainnya bersepakat memberikan amanat duet Jokowi Makruf untuk memimpin Indonesia.

Duet ini diharapkan mampu hijrah menuju Indonesia yang lebih maju.

"Shinfaani, dua golongan besar bila keduanya baik, maka baiklah umat manusia. Dan bila mereka buruk, maka hancurlah umat manusia, yaitu ulama dan umara," kata KH Abdul Rozak mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan HR Ibnu Majah.

Kolaborasi dan sinergi antara ulama dan umaro ada di diri pasangan nomor 01 Joko Widodo dan Prof. Dr. KH. Maruf Amin. "Kami optimistis dan percaya keduanya mampu membawa Indonesia sejahtera lahir dan batin," imbuh KH. Irfan Zidny.

Sebagai bentuk dukungan kepada Ma'ruf , sejumlah alim ulama, para ustadz, dan tokoh masyarakat se Jakarta Selatan lalu bersepakat dan menyampaikan deklarasi dukungan yang diberi nama Deklarasi Situbondo 12, tempat Prof. KH. Maruf Amin saat ini tinggal.

Isi deklarasi Deklarasi Situbondo sebagai berikut:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur untuk Hijrah Menuju Indoensia Maju, kami Alim Ulama se Jakarta Selatan, Dengan ini menyampaikan Maklumat Sekaligus Pernyataan Sikap sebagai berikut:
  1. Berkhidmat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari potensi ancaman laten baik dari dalam maupun luar.
  2. Berparisipasi aktif mengamankan dan menjaga Pemilu 2019 yang jujur dan adil berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
  3. Turut ambil peran merawat dan memelihara Ke-Bhenika Tunggal Ika-an di masyarakat dengan mengedepankan Persatuan dan Kesatuan berpijak pada semangat Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Basyariyyah.
  4. Mengajak masyarakat untuk memilih Pemimpin yang visioner, berintegritas, berakhlaqul Karimah demi masa depan Indonesia yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berprikemanusiaan yang adil dan beradab serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  5. Menyatakan dukungan total kepada pasangan Capres dan Cawapres nomor 01 Joko Widodo – Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memilih pasangan terbaik, sinergi umaro dan ulama pada hari pencoblosan. Bela Ulama, Dukung Ulama, Pilih Ulama! Bersama 01 Indonesia Maju !
(rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi