Keluarga Korban Lion Air Panjatkan Doa dan Tabur Bunga di Laut

Selasa, 06 November 2018 : 20.39
Kabarsarnas M Syugi turut berdoa dan tabur bunga untuk para korban jatuhnya Lion Air /foto:basarnas
JAKARTA - Keluarga korban musibah pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang memanjatkan doa dan tabur bunga di perairan di atas buritan KRI Banjarmasin dan Banda Aceh, Selasa (6/11/2018) siang

Suasana haru, pilu , dan harapan yang sirna bisa bertemu lagi dengan anaknya, ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya, atau kerabatnya yang menjadi korban musibah pesawat Lion Air.

Mereka hanya bisa memanjatkan doa, agar jasad para korban dimuliakan, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima di sisi-Nya. Seluruh keluarga korban yang ingin melihat langsung Last Know Position (LKP) jatuhnya pesawat sekaligus melihat langsung bagaimana tim SAR berjibaku dengan segala resiko.

Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi di KRI Banjarmasin tak kuasa menahan rasa haru. Mantan pilot pesawat tempur F16 mendapat pelukan dan tangisan dari keluarga korban. Peraih penghargaan Adhi Makayasa atau lulusan terbaik Akabri Angkatan 1984 dari Matra Udara terlihat mencium anak-anak korban dengan penuh empati.

"Saya bisa merasakan apa yang bapak ibu, serta saudara-saudara rasakan," tuturnya berkaca-kaca. Saat keluarga korban mengirim doa dan tabur bunga dari atas kapal, tim SAR terus melaksanakan operasi SAR.

Kapal Victori milik Pertamina dilengkapi dengan Multi Beam Echo Sounder (MBES), Side Scan Sonar, Ping Locator, Differential Global Positioning System (DGPS), dan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) itu sandar menggunakan 4 jangkarnya.

Kapal inilah yang menjadi titik sentral operasi pencarian dan mengcover area prioritas 1, yaitu pencarian di bawah laut.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610/foto:basarnas
Dikelilingi Rubber Boat (RB) atau perahu karet sebagai point atau titik-titik penyelaman oleh tim penyelam gabungan dari Basarnas, Denjaka, Kopaska, Taifib, Indonesia Diver Rescue Tim, POSSI, dan lainnya.

Pada sektor atau prioritas pencarian, terlihat puluhan kapal dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan, masih melakukan pencarian di atas permukaan.

Tim SAR ada di Posko Tanjung Pakis, juga masih melaksanakan penyisiran atau penyapuan di sepanjang garis perairan tersebut untuk mencari dan mengevakuasi korban yang terbawa arus.

Diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi