Kapolda Bali Sebut Kepolisian dan Gereja Target Serangan Teroris

Jumat, 09 November 2018 : 07.52
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose saat menjadi pembicara dalam Indo Defence 2018 Expo dan Forum di Jakarta/foto:istimewa
JAKARTA - Dari serangkaian aksi terorisme di Tanah Air selama ini tempat ibadah gereja dan kepolisian menjadi sasaran target kelompok radikal tersebut.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mewakili Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. menyampaikan itu pada acara Indo Defence 2018 Expo & Forum yang digelar di Hall C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Kapolda Bali menjadi pembicara dalam acara bertema “Menjamin Stabilitas Regional melalui Kerjasama dalam Penanggulangan Terorisme”. Golose mengatakan bahwa terorisme telah menjadi permasalah global bagi negara-negara di dunia.

Karena berbagai kerugian baik material maupun korban jiwa harus ditanggung atas aksi terorisme yang terjadi, sehingga kerjasama melawan terorisme sangat penting dilakukan. Disampaikannya, dari tahun 2000 s.d. 2017 sudah terjadi sebanyak 27 kali serangan bom besar di wilayah Indonesia dan selama tahun 2018 telah terjadi 21 aksi teror.

Yang mana dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini aksi teror tersebut dilakukan oleh jaringan teror Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang sebagian besar targetnya adalah aparat kepolisian dan gereja.

“Saat ini jaringan kelompok terstruktur yang ada di Indonesia terbagi atas dua afiliasi yaitu ISIS dan Al Qaeda," sebutnya.

Dari dua afiliasi tersebut, ada beberapa kelompok seperti Jamaah Anshorut Daulah (JAD), Jamaah Ansharut Khilafah (JAK), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Anshorut Syariah (JAS), dan Jamaah Islamiyah (JI).

"Kelompok-kelompok ini juga berhubungan dengan jaringan teror yang berada di Asia dan juga Irak dan Siriah,” ungkap almnus Akpol tahun 1988 ini. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi