Jika Kandas di PK, Jokowi Sarankan Baiq Nuril Ajukan Grasi

Senin, 19 November 2018 : 19.23
Presiden Jokowi berikan keterangan pers dalam lawatan di Kabupaten Lamongan Jawa Timur/foto:biro pers setpres
LAMONGAN - Presiden Joko Widodo menyarankan jika tidak mendapatkan keadilan sampai dalam upaya hukum di Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung Presiden Joko Widodo meminta Baiq Nuril Maknun mengajukan grasi.

Proses hukum yang membelit Nuril setelah dinyatakan bersalah berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), yang menyatakan dirinya melanggar pasal 27 ayat 1 UU ITE, mendapat perhatian Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, dirinya menghormati putusan kasasi MA. “Sebagai kepala pemerintahan, saya tidak mungkin, tidak bisa intervensi putusan tersebut,” kata Presiden Jokowi di Lamongan, Jawa Timur, Senin, 19 November 2018.

Kepala Negara menyebutkan adanya jalan lain bagi Baiq Nuril untuk mencari keadilan dengan mengajukan upaya hukum luar biasa yaitu PK. "Kita berharap nantinya melalui PK, Mahkamah Agung dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya. Saya sangat mendukung Ibu Baiq Nuril mencari keadilan," harapnya.

Jika upaya PK masih belum mendapatkan keadilan, Presiden meminta Nuril masih bisa mengajukan grasi kepada Presiden. Seandainya nanti PK-nya masih belum mendapatkan keadilan, bisa mengajukan grasi ke presiden.

"Memang tahapannya seperti itu. Kalau sudah mengajukan grasi ke presiden, nah nanti itu bagian saya," demikian Jokowi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi