Didampingi KBRI Budapest, Enam Jurnalis Hungaria Dalami Budaya dan Keindahan Bali

Kamis, 01 November 2018 : 07.21
BADUNG - Sebanyak enam jurnalis asal Hungaria didampingi pihak Kedubes Budapest mengunjungi sejumlah obyek wisata di Bali sekaligus mendalami keotentikan budaya masyarakat di Pulau Dewata.

Sebagai tindak lanjut kunjungan sales mission ke Hungaria dan Spanyol bulan lalu, KBRI Budapest di Hungaria memenuhi janjinya saat bertemu BPPD Badung agar Bali dan Badung untuk mengunjungi Bali guna nantinya memperkenalkan kekayaan parwisata Bali di Hungaria.

Pada akhir Oktober ini, Titania Arimbi, PF Pensosbud, KBRI Budapest mendampingi para jurnalis dari tiga media Nasional di Hungaria, yaitu HIR TV, TV6 Hongaria dan Kiss Film Studio mengunjungi daerah-daerah wisata di Badung dan sekitarnya.

“Promosi wisata melalui media elektronik masih sangat penting” ujar Titania disela-sela kunjungan “karena karekteristik masyarakat eropa yang pada umumnya tidak terlalu sering menggunakan Gadget, maka TV merupakan media tepat untuk menpromosikan Indonesia di Hungaria,” tuturnya dalam keterangannya, Kamis (1/11/2018).

Para jurnalis nampak senang dengan kunjungan mereka di Bali, Matsuzaki Diana, jurnalis di HiR TV kagum akan Pantai Pandawa yang berpasir putih dengan garis pantai yg panjang, seseatu yang tidak mereka miliki di Hongaria.

Sementara Geszty Gloria, presenter kawakan asal TV6 menyampaikan kekagumannya atas keramahtamahan masyarakat Bali yang jarang ditemukan di Eropa.

Di Kabupaten Badung, dengan kawalan dari BPPD Badung dan staf Disparda Badung, para jurnalis dibawa mengunjungi pantai Pendawa, makan siang di GWK, nontok kecak dan makan malam di Wana Resto Uluwatu.

Hungaria adalah negara yang terkenal dengan dunia pariwisatanya, negara berpenduduk 10 juta ini sering berwisata keluar negeri tiap tahunnya.

Untuk Indonesia sendiri, jumlah kunjungan wisatawan Hongaria ke Indonesia tercatat meningkat dari sekitar 7000 orang pada 2016 menjadi sekitar 10.000 orang pada 2017. Dengan potensi yang begitu besar, tepat rasanya bila memfokuskan promosi pada Hungaria.

Dengan kedatangan Jurnalis ini, kita berharap Bali semakin dikenal sebagai pariwisata yang memiliki budaya hidup yang sangat unik dan otentik. Kompiang Aya seorang pramuwisata senior, dan juga anggota BPPD Badung menyampaikan kepada para jurnalis bagaimana munculnya "taksu Bali".

Kalau masyarakat Hindu di India memilih Yoga dan meditasi sebagai pembelajaran untuk meraih kehidupan bahagia di dunia, maka masyarakat Bali memilih melakukan kurban suci, dimana waktu dan tenaga dikurbankan dengan tulus iklas dan rasa bakti menyiapkan upacara dan upakara yadnya sendiri.

"Itu semua dilakukan sebagai refleksi diri dalam pembelajaran untuk meraih hidup bahagia," tuturnya didampingi Executive Director BPPD Badung Mangku Sulasa.

Walaupun konsep taksu ini sudah mulai dilupakan mengingat akan kebutuaham hidup yang berbeda di jaman global ini, namun diharapkan nilai nilai universal budaya tersebut akan terus dipertahankan dengan melakukan pemahaman yang lebih mendalam tentang kekayaan budaya sendiri.

"Semoga kedepan Bali akan lebih dikenal dan dihormati dunia karena kedalaman budaya yang unik dan otentik ini," harapnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi