Di Hadapan Kadin, Jokowi: Kalau Dulu Nggak Ekspor Mungkin Tidak Jadi Presiden

Kamis, 29 November 2018 : 08.00
Presiden Jokowi saat penutupan Rapimnas Kadin di Solo Jawa Tengah/foto: biro pers setpres
SURAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan pentingnya ekspor bagi pengusaha bahkan dirinya sendiri jika tidak melakukan kegiatan ekspor ke luar negeri mungkin tidak seperti sekarang menjadi Presiden RI.

Untuk itu, Jokowi terus mendorong para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk memetakan peluang-peluang ekspor yang dapat dilakukan.

Kepala Negara memandang bahwa para pengusaha juga merupakan pihak yang diuntungkan dari aktivitas ekspor tersebut. Baginya, alasan utama untuk seorang pengusaha melakukan kegiatan ekspor adalah untuk belajar lebih produktif.

Lembaga Enterprise Research Centre di Inggris dan Business Development Bank of Canada dari Kanada menunjukkan bahwa UKM yang ekspor ini jauh lebih produktif dari UKM yang tidak ekspor.

"UKM yang ekspor biasanya penghasilannya lebih tinggi, bisnisnya juga lebih inovatif, dan membayar gaji yang lebih tinggi untuk karyawannya," tuturnya saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia Tahun 2018 di Hotel Alila, Surakarta, Rabu, 28 November 2018.

Dengan kata lain, mendorong ekspor adalah salah satu jalan untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus mengurangi ketimpangan. Dalam proses ekspor tersebut, seorang pengusaha juga akan banyak memetik pelajaran mengenai usaha dan persaingan.

Semakin lama para pengusaha terus menjalankan dan mengembangkan bisnis ekspornya, semakin banyak pula yang harus dipelajari dan semakin banyak informasi serta keahlian yang dapat diserap.

"Ini saya alami sendiri. Suatu saat saya melihat peluang di pasar luar negeri. Saya masih ingat betul tantangan menjalankan ekspor saat-saat awal. Mungkin kalau saya dulu enggak ekspor, mungkin enggak jadi presiden," selorohnya.

Ia menyebut bahwa ekspor merupakan hal yang paling dibutuhkan oleh makro ekonomi kita saat ini. Namun, tak hanya itu, ia menegaskan bahwa pengusaha sebenarnya juga membutuhkan ekspor untuk mengembangkan usahanya lebih jauh.

"Menurut saya, ekspor juga sangat penting untuk pengusaha itu sendiri," ujarnya. Dijelaskan, perekonomian Indonesia saat ini perlu diakui sedang membutuhkan ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Dengan ekspor, negara akan memperoleh devisa.

"Jelas sekali pentingnya ekspor untuk sebuah ekonomi yang sehat. Ekspor menghasilkan devisa, ini jelas. Ekspor penting untuk menjaga neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita menjadi lebih baik," kata Presiden. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi