BIN Bantah Terlibat dalam Penangkapan Habib Rizieq di Saudi

Kamis, 08 November 2018 : 22.11
ilustrasi
JAKARTA - Pihak Badan Intelijen Negara (BIN) membantah terlibat dalam penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Tweeter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV.

"Semua hanya pandangan sepihak," sergah Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto dalam siaran pers Kamis (8/11/2018). Wawan menjelaskan, tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi.

Sejatinya, BIN justru menghendaki masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan yang berakibat pada berkembangnya masalah baru. Apalagi di luar negeri, dimana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda.

Tugas BIN melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia termasuk HRS. Tidak benar, jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi.

"Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," katanya menegaskan.

Diketahui, Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang. Mereka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu.

Tidak benar ada dendam politik. BIN adalah lembaga negara yang tetap ada, meski kepemimpinan nasional silih berganti. BIN berkewajiban menjaga agar program pembangunan berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, dengan duduk bersama maka semua bisa teratasi. Pihaknya tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja.

"BIN ingin agar anak bangsa ini tidak terpecah karena beda pandangan. Perbedaan adalah memperkaya khasanah kebangsaan dan bukan alasan untuk terpecah, sambungnya.

Bagi BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum. Untuk itu, BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan. Termasuk memberikan jaminan atas pelepasan HRS.

"Jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax," demikian Wawan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi