Bikin Repot Masyarakat, Gubernur Koster Ogah Penyambutan Seremonial Berlebihan

Minggu, 04 November 2018 : 10.57
TABANAN - Gebrakan Gubernur Bali I Wayan Koster terus dilakukan kali ini dia mau memangkas hal-hal yang berbau seremonial yang berlebihan seperti saat penyambutan dengan banyak tari-tarian dan sebagainya.

Setiap pemimpin politik dan pemerintahan memiliki style atau gayanya masing-masing. Mulai dari cara mereka memimpin, gaya berpakaian dan berbicara yang kemudian melekat.menjadi ciri khas mereka.

Presiden Joko Widodo misalnya, dikenal gemar blusukan dan sebagai pribadi yang kalem khas orang Solo. Kemudian Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan gaya arek Suroboyo-nya yang spontanitas dan ceplas-ceplos.

Gubernur Koster juga punya gaya kepemimpinan tersendiri apalagi sebagai pemimpin daerah yang baru saja dilantik. Pembentukan karakter seorang Wayan Koster tak lepas dari masa lahir hingga tumbuh remaja di Bali Utara, tepatnya Kabupaten Buleleng.

Umumnya, masyarakat Buleleng umumnya, Koster yang telah malang-melintang di jagat politik nasional di Jakarta selama puluhan tahun tak lantas menghapus gaya khas Buleleng-nya. Spontanitas, apa adanya dan ceplas-ceplos.

Lahir dari keluarga tidak mampu yang tentunya mesti harus berjuang keras juga tahan banting untuk mampu meraih cita-cita mengenyam pendidikan tinggi di ITB Bandung, hingga tingkat doktoral, membentuk karakter Wayan Koster sebagai pribadi sederhana, pekerja keras dan memiliki visi jauh ke depan.

Penggabungan latar belakang itulah yang kemudian membentuk karakter sekaligu gaya kepemimpinan Koster sebagai Gubernur Bali. Seperti yang tampak di Tabanan pada Jumat (2/11/2018)

Koster menegaskan akan mengubah pola komunikasi antara gubernur dengan masyarakat agar lagi tidak terlalu bersifat formalitik dan kaku, apalagi hingga merepotkan masyarakat.

"Saya ingin sederhana dan praktis saja, supaya masyarakat bisa lebih leluasa berinteraksi bersama gubernur serta bisa memenuhi aspirasi masyarakat secara nyata. Jadi enggak usah dibikin serem, tapi rileks santai sederhana supaya rakyat bisa bicara apa adanya," jelasnya.

Dia menambahkan, dengan acara turun secara spontan dalam bentuk gubernur melali ngopi bareng bersama masyarakat, maka menurutnya masyarakat tidak perlu lagi bikin pagar ayu.

"Penyambutannya berderet panjang, pakau kalungan bunga, tarian, dan segala hal. Malah bikin masyarakat repot dan menghabiskan biaya. Tidak ada lagi itu," ucapnya disambut riuh hadirin.

Disela berbagai tugas dan kerjanya, Koster yang siang itu usai memimpin Rapat Koordiansi Cabang selaku ketua DPD PDIP Bali di Kantor DPC PDIP Tabanan, dengan didampingi Made Urip, Nyoman Adi Wiryatama, Ni Putu Eka Wiryastuti, Komang Gede Sanjaya menyempatkan diri menyapa masyarakat Desa Dauh Peken, Dajan Peken, Delod Peken Kecamatan Tabanan dan Desa Buruan Penebel.

Koster mengajak masyarakat ngopi bareng masyarakat dan mendengar segala aspirasi juga keluh kesah mereka sebagai warga. Kegiatan ini berlangsung secara sederhana, jauh dari segala atribut protokoler yang melekat pada dirinya selaku gubernur.

"Terima kasih buat masyarakat Tabanan sehingga saya terpilih sebagai gubernur. Sekarang saya mohon doa dan dukungan serta turut mengawal saya selaku gubernur agar dapat melaksanakan tugas menata pembangunan Bali secara menyeluruh melalui Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali," ucapnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi