Bergaji Rendah, Banyak ABK Indonesia Pilih Bekerja di Pelayaran Asing

Kamis, 01 November 2018 : 23.30
Senator Mervin Komber saat mengunjungi KMP Kalabia di Pelabuhan Sorong Papua Barat
SORONG - Masih rendahnya kesejahteraan atau gaji para anak buah kapal (ABK) di Indonesia membuat mereka lebih tertarik bekerja di perusahaan pelayaran asing di luar negeri.

"Ini sangat beralasan, sebab gaji mereka sangat kurang, para ABK yang bekerja di dalam negeri hanya menerima 40 persen gaji bila dibandingkan ketika bekerja di kapal asing," tutur Ketua Badan Kehormatan DPD RI Mervin Sadipun Komber saat meninjau pelabuhan laut di kompleks pelabuhan kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, Rabu 31 Oktober 2018.

Diketahui, Pelabuhan Sorng dijadikan tempat berlabuh dan menurunkan penumpang bagi KMP Kalabia. Senator Komber melanjutkan gaji ABK yang bekerja di dalam negeri dengan luar negeri perbandingannya antara 40:100.

"Tentu ini menjadi tantangan untuk mewujudkan kesejahteraan para pelaut kita, terutama yang bekerja di BUMN seperti PT PELNI, PT ASDP dan lainnya," tukas alumnus Universitas Cendrawasih ini.

Dari pengawasan Komber, dia melihat masih ada petugas KMP Kalabia yang mendapat gaji Rp 1,5 juta atau dibawah UMP Papua Bara.

Selain minat para pelaut atau ABK Indonesia yang lebih memilih bekerja di kapal asing, para perusahaan pelayaran di luar negeri juga banyak yang senang memakai jasa para nakhoda lulusan Indonesia.

"Kapal asing tertarik sama pelaut Indonesia karena taat, disiplin, sudah banyak juga yang bisa bahasa Inggris. Laris manis pelaut kita, itu dampak positifnya,” kata Ketua Alumni Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih Jayapura, Provinsi Papua ini mengakhiri. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi