Barry Callebaut dan Garudafood Berkolaborasi Perluas Kemitraan Pasokan di Tanah Air

Selasa, 27 November 2018 : 13.50
Mesin produksi Barry Callebaut di Pabrik Garudafood, Gresik, Jawa Timur. Saat ini Garudafood dan Barry Callebaut menandatangani perjanjian jangka panjang untuk penyediaan tambahan7.000 ton coklat kompon per tahun dengan membangun "pabrik dalam pabrik" dengan nilai investasi Rp 40 miliar di Pabrik Garudafood Rancaekek, Bandung, Jawa Barat/foto: istimewa.
BANDUNG - Garudafood dan Barry Callebaut mencapai kesepakatan bersama untuk memperluas kemitraan pasokan di seluruh Indonesia. Kesepakatan tersebut sebagaimana tertuang dalam penandatanganan perjanjian jangka panjang untuk penyediaan tambahan 7.000 ton cokelat kompon per tahun pada Selasa, 27 November 2018.

Dengan perjanjian ini, Barry Callebaut akan membangun pabrik di dalam pabrik dengan nilai investasi senilai IDR 40 milyar di pabrik Rancaekek (Bandung), Indonesia Melalui kolaborasi ini pula, Callebaut mengharapkan pengiriman volume tambahan dimulai pada pertengahan tahun 2019.

Garudafood, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia, dan Barry Callebaut Group, produsen cokelat dan produk cokelat berkualitas tinggi terkemuka di dunia. Konsep Pabrik di dalam Pabrik, akan diimplementasikan di pabrik biskuit Garudafood Rancaekek dengan nilai investasi IDR 40 milyar.

Kolaborasi kedua perusahaan ini juga meliputi inovasi dan pengembangan produk baru serta peningkatan kualitas produk. Hal ini akan semakin memperkuat posisi Garudafood sebagai market leader di Indonesia.

Perjanjian jangka panjang kedua ini merupakan komitmen dari kesuksesan kerja sama kemitraan antara Barry Callebaut dan Garudafood, yang telah dimulai sejak Juni 2015.

Hingga saat ini realisasi dari perjanjian tersebut adalah membangun pabrik coklat pertama Barry Callebaut di area pabrik Garudafood Gresik dan telah memasok lebih dari 10.000 metrik ton coklat ke Garudafood.

"loop p0p0Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari strategi open innovation  kami dan mendukung Industry 4.0, sehingga produk kami memiliki kualitas yang setara dengan kelas dunia," tutur CEO Garudafood Hardianto Atmadja.

Pihaknya juga semakin mengintensifkan kolaborasi dengan Barry Callebaut yang akan mendukung kinerja Garudafood dalam menghasilkan produk-produk inovatif untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen Indonesia dan mancanegara.

Presiden Barry Callebaut Asia Pacific, Ben De Schryver menegaskan, pihaknya mendapat kehormatan untuk semakin memperkuat hubungan dengan Garudafood, salah satu perusahaan Indonesia terdepan di bidangnya.

"Perluasan bisnis ini juga akan memperkuat keberadaan kami di Indonesia, negara terpadat ke-empat di dunia dengan lebih dari 260 juta orang dan salah satu ekonomi paling hidup di Asia Pasifik,” sambungnya.

Kehadiran Barry Callebaut di Asia dimulai pada Juli 1997 ketika perusahaan membuka pabrik cokelat pertamanya di Singapura.

Di Asia dan saat ini telah mengoperasikan lima pabrik cokelat (Cina, India, Indonesia, Jepang, dan Singapura), tiga pabrik cokelat (dua di Indonesia dan satu di Malaysia) dan satu pabrik cokelat dan kakao gabungan (di Malaysia).

Hingga saat ini, Barry Callebaut memiliki lebih dari 550 karyawan di seluruh Indonesia yaitu di Gresik, Bandung, Makassar dan Lampung. Barry Callebaut tetap berkomitmen dalam memperluas kegiatan keberlanjutannya (sustainability program) bagi petani kakao di Indonesia melalui Forever Chocolate Program. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi