Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga di Kabupaten Jembrana

Rabu, 28 November 2018 : 11.02
Ratusan rumah di sejumlah tempat di Jembrana terendam banjir akibat tingginya curah hujan
JEMBRANA - Ratusan rumah di Kabupaten Jembrana Bali teredam banjir pascahujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari pada Selasa 27 November 2018. Ketinggian air antara setengah meter hingga satu meter lebih terlihat di sejumlah lokasi.

Saluran drainase yang ada tidak kuat menampung volume air hujan sehingga meluap ditambah datangnya sampah kiriman yang hanyur oleh banjir. Dari pantauan, banjir melanda Loloan Barat dan Loloan Timur, Negara, Desa Budeng, Jembrana dan sejulah desa lainnya di kabupaten paling barat di Pulau Bali itu.

Tidak hanya itu, jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, juga tersendat akibat jalan terendam luapan air setinggi lutut orang dewasa seperti di depan lapangan umum Negara hingga depan Kantor Bupati Jembrana.

Tidak hanya merendam rumah, namun merusak infrastruktur seperti penyengker Kantor LPD Budeng sepanjang lebih dari 50 meter pada bagian depan dan timur kantor jebol. Diperkirakan kerugian mencapai Rp50 juta.

Menurut warga Desa Budeng, Putu Adi, air meluap cukup besar lantaran sedimentasi sehingga saluran irigasi sempit dan tidak mampu menampung luapan air hujan. "Airnya sangat deras setinggi pinggang orang dewasa, hingga tempok penyengker LPD Jebol," sebutnya, Rabu (28/11/2018).

Hujan juga merusak senderan drainase yang baru selesai dibagun sepanjang lebih 30 meter yang berlokasi di sebelah selatan Pasar Jembrana. Banjir menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik, seperti di Desa Batu Agung, Jembrana.

Banjir yang terjadi sejak sore baru berangsur surut menjelang tengah malam. Meski demikian, di beberapa desa hingga pagi ini, masih terendam banjir, hanya saja ketinggian air menurun dari malam sebelumnya.

Di Desa Budeng, Jembrana misalnya masih ada beberapa rumah warga terendam air dengan ketinggian sekira 30 cm. Warga berharap pihak pemerintah mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun dan menjadi rutin. Sehingga tahun-tahun berikutnya tidak lagi Desa Budeng bisa aman dari banjir.

Derasnya banjir juga merendam kompleks Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Jembrana Jalan I Gusti Ngurah Rai, Dauh Waru, Negara. Bahkan kompleks asrama atau Ma'had Santri Putra juga tak luput dari genangan air.

Para santri terus waspada sembari membersihkan air yang masuk ke areal tempat mereka selama ini mengaji dan tinggal bersama. Pihak BPBD Jembrana terus melakukan pengecakan ke lapangan terkait dampak bencana banjir. Belum ada rilis BPBD terkait dampak dan kerugian ataupun adanya korban akibat banjir. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi