Arisan Rasa, Angkat Sejarah dan Budaya Citarasa Kuliner Bali

Minggu, 18 November 2018 : 08.45
Suasana dalam ajang Arisan Rasa di Warung Mogan, Dalung, Badung
BADUNG - Dalam mengajak komunitas di Bali untuk mengenal dan memahami lebih dalam kuliner khasnya digelar Arisan Rasa di Saling, Badung Bali. Dalam perspektif gastronomi, kuliner merupakan instrumen diplomasi yang ampuh untuk mengemukakan budaya dan identitas bangsa dan merupakan salah satu currency potensial pariwisata Indonesia.

Arisan Rasa, merupakan rangkaian kegiatan talk show dan diskusi dengan tema kuliner asli Indonesia dalam perspektif gastronomi di Warung Mogan, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (17/11/2018).

Bali dipilih sebagai lokasi Arisan Rasa karena menjadi salah satu dari wilayah destinasi wisata gastronomi Indonesia. Tiga narasumber kompeten dihadirkan dalam ajang tersebut yakni Chef Wira Hardiyansyah, Traveling Chef sekaligus pakar gastronomi Indonesia. kemudian Pande K. Trimayuni, seorang Sociopreneur dan pegiat gaya hidup sehat.

Chef Wira berbagi insight mengenai kuliner asli Indonesia. Selain itu, peserta bisa bertukar ilmu untuk membuat konten kreatif bersama Head of Creative Content Travelingyuk.com, Rero Rivaldi.

”Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak komunitas di Bali untuk mengenal dan memahami lebih dalam kuliner khasnya," tutur Senior Brand Executive & General Manager Travelingyuk.com. Dewanti Subijantoro.

Dalam perspektif gastronomi, kuliner merupakan instrumen diplomasi yang ampuh untuk mengemukakan budaya dan identitas bangsa dan merupakan salah satu currency potensial pariwisata Indonesia.

Peserta di sela Arisan Rasa yang digelar di Badung Bali
"Kementerian Pariwisata mulai menyusun rencana induk (master plan) gastronomi Indonesia agar dapat dijadikankanvas pembangunan nasional yang memberikan kontribusi bagi perekonomian", jelas Dewanti.

Setelah talk show, peserta akan diajak untuk melakukan diskusi tentang gastronomi bersama para panelis yang telah hadir. Mereka akan menggali informasi, mencoba dan mempelajari proses kemudian mempresentasikan topik terkait sejarah hingga resep kuliner di Pulau Bali.

Peserta diharapkan dapat mengenal lebih dalam sekaligus belajar membuat konten gastronomi dalam bentuk gambar, artikel atau video dan mempublikasikannya melalui platform digital.

Dewanti menjelaskan, melalui rangkaian aktivitas ini Travelingyuk ingin menghidupkan semangat travelpreneurship lewat promosi potensi wisata dan gastronomi di Indonesia dalambentuk konten digital. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi