Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bandara Ngurah Rai Terus Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

Sabtu, 10 November 2018 : 17.16
Memasuki musim hujan Bandara Ngurah Rai telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem
BADUNG - Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. terus meningkatkan keselamatan penerbangan seperti memasuki musim hujan ini dengan memastikan semua infrastruktur dan fasilitas bandara berfungsi dengan baik.

"Saat ini kami sedang memasuki musim penghujan. Kami antisipasi kondisi cuaca ekstrem dengan bekerja dengan unit terkait untuk meningkatkan keselamatan penerbangan,” ujar General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi dalam keterangan resminya, Sabtu (10/11/3018).

Pihaknya melakukan beberapa hal untuk memastikan keselamatan penerbangan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas utama pendukung operasional penerbangan. “Keselamatan penerbangan sudah barang tentu selalu menjadi prioritas kami di Bandar Udara Ngurah Rai,” sambungnya.

Merujuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 83 Tahun 2017 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation) tentang Bandar Udara (aerodrome). Demikian juga, Surat Edaran Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Nomor: SE 17 Tahun 2017 tentang Peningkatan Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara pada saat musim penghujan.

Serta Surat Edaran Keselamatan (_Safety Circular_) Direktur Utama PT. Angkasa Pura | (Persero) Nomor: ED.56/OP.02/2018/DU tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrim dan Musim Hujan Tahun 2018, menjadikan Manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai lebih memastikan dan memaksimalkan keselamatan penerbangan.

Untuk itu, salah satu hal yang menjadi fokus manajemen adalah terkait kesiapan infrastruktur yang terdampak langsung dengan kondisi cuaca seperti runway _taxiway dan apron; serta fasilitas pendukung yang meliputi marka dan lampu pemandu pergerakan pesawat udara lighting.

Kondisi prima runway yang merupakan infrastruktur utama dalam operasional pesawat udara merupakan hal yang wajib dipastikan.

PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara berupaya untuk memastikan bahwa kondisi landas pacu, terutama runway shoulder runway strip dan sistem drainase sesuai dengan standar teknis operasional Bandar Udara untuk menghindari adanya genangan air di permukaan runway yang dapat menimbulkan gangguan operasional pesawat udara.

Yanus memastikan manajemen akan melakukan inspeksi secara berkesinambungan terhadap keberadaan foreign object debris_(FOD) berupa kendaraan, peralatan, binatang, atau benda asing lain pada runway taxiway dan apron, untuk menghindari gangguan keselamatan penerbangan akibat adanya benda asing di jalur pergerakan pesawat.

Selain itu, terus berkoordinasi dengan _Air Traffic Controller (ATC), notifikasi mengenai kondisi keberadaan air di permukaan runway akan disampaikan kepada penerbang.

Hal itu akan menjadi bahan pertimbangan _braking action_ pada saat pendaratan pesawat, serta penerbitan _Notice to Airmen_ (NOTAMN) jika terjadi kondisi genangan air secara terus menerus di landas pacu.

Selain penjaminan kondisi infrastruktur dan fasilitas pendukung, Manajemen Bandar Udara juga turut memastikan kelaikan personel yang terlibat dalam operasional penerbangan melalui koordinasi dengan mitra kerja, meliputi pihak maskapai penerbangan dan ground handling.

Para personil yang beroperasi, terutama di wilayah sisi udara (_airside_) diharuskan untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku serta telah mengantongi lisensi dan surat-surat yang disyaratkan.

Demikian juga, peralatan Ground Support Equipment_ (GSE) milik _ground handling_ yang beroperasi di sisi udara diwajibkan untuk dilakukan pengecekan kelaikan operasi secara berkesinambungan.

Juga, peralatan GSE beroperasi di _airside_ seperti tangga naik pesawat, tangga perawatan pesawat, gerobak bagasi/kargo, diharuskan untuk dilengkapi dengan alat pengunci atau pengganjal untuk menghindari peralatan yang dapat membahayakan pergerakan pesawat udara di sisi udara.

“Kami turut berkoordinasi dengan pihak mitra kerja seperti _airlines_ dan _ground handling_ untuk turut serta menciptakan kondisi layak operasi dalam mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem, kami berupaya memberikan pelayanan prima dalam kondisi apapun,” tutupnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi