Wali Kota Denpasar Larang Konsumsi dan Buang Anjing

Senin, 08 Oktober 2018 : 07.27
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara pada peringatan Hari Rabies se-Dunia di Denpasar
DENPASAR - Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mendukung dan mengapresiasi langkah Desa Sanur Kaja yang telah mengeluarkan peraturan desa perlindungan anjing.

Bahkan, Rai Mantra melarang keras kepada masyarakat untuk membuang anjing dan mengkonsumsi daging anjing. Hal ini tak terlepas dari keberadaan hewan peliharaan anjing di Bali yang memiliki filosofi sebagai simbol Dewa Dharma.

Selain itu. berkaitan cerita Yudistira memasuki swarga yang didampingi seekor anjing, dan ternyata anjing kemudian berubah wujud menjadi Dewa Dharma yang tak lain adalah Ayahnya.

“Mari kita bersama stop kekerasan terhadap hewan, stop membuang anjing, terlebih mengkonsumsi sebagai bahan pangan,” ujar Rai Mantra baru-baru ini. Lantaran kekerasan pada hewan kerap terjadi di mana-mana. Kekerasan ini kerap berujung kematian pada hewan hingga dagingnya dikonsumsi sebagai “pangan”.

Untuk itu, Pemkot Denpasar dalam peringatan Hari Rabies Sedunia mendukung Peraturan Desa (Perdes) Sanur Kaja yang melarang keras masyarakat mengkonsumsi daging anjing.

Langkah Perdes ini juga telah diikuti Pemkot Denpasar dengan sosialisasi stop kekerasan terhadap hewan, langkah kastrasi Anjing, vaksinasi rabies gratis, dan sterilisasi anjing setiap tahunnya. Program ini telah mampu membawa Kota Denpasar bebas Rabies dari Tahun 2016 lalu.

Sementara Hari Rabies Sedunia dibuka Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara, Minggu (7/10/2018) ditandai pemukulan gong mini, serta dirangkaikan dengan peluncuran Perdes perlindungan anjing oleh masyarakat Sanur Kaja, di Wantilan Pura Dalem Kadewatan, Sanur Kaja, Denpasar.

Kegiatan Hari Rabies Sudunia ini bersinergi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNUD, Program Dharma Sanur, Yayasan BAWA Bali, Internasional Fund for Animal Welfare (IFAW), Center for Publick Health Innovation (CPHI) dan Desa Sanur Kaja.

Perbekel Sanur Kaja, Made Sudana mengatakan penguatan terhadap perlindungan anjing disamping dilakukan dengan vaksinasi rabies oleh Pemkot Denpasar, juga diperkuat dengan dikeluarkannya Perdes Sanur Kaja. Hal ini mengatur larangan kekerasan terhadap anjing terlebih dagingnya dikonsumsi.

Terwujudnya Perdes ini diharapkan kepedulian masyarakat Sanur terhadap penyakit rabies semakin meningkat, serta menghentikan perdagangan daging anjing, menjamin populasi anjing Bali secara baik dan menjamin kebebasan hidup hewan khususnya anjing.

“Perdes ini jelas mengatur larangan menganiaya, mencuri, dan membuang anjing dalam keadaan hidup atau mati. Kita harap Denpasar kedepannya bisa bebas dari rabies," imbuhnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi