Presiden Jokowi Akui Potensi dan Kerja Sama OKI Kurang Dioptimalkan

Selasa, 23 Oktober 2018 : 05.36
Presiden Jokowi saat menerima Menlu Arab Saudi di Istana Kepresidenan Bogor/foto:biro pers setpres
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengungkapkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) belum mampu mengembangkan potensi dan kerja sama antar mereka secara optimal.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin 22 Oktober 2018.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, kedatangan Menlu Arab Saudi telah lama direncanakan dalam rangka Pertemuan Komisi Bersama, yang merupakan tindaklanjut kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017.

"Dalam pertemuan tadi, Presiden memberikan arahan mengenai pentingnya tiga hal dalam hubungan bilateral", ujar Retno. Pertama, Indonesia mengajak Arab Saudi untuk terus mensyiarkan perdamaian, toleransi dan penyelesaian konflik secara damai.

Kedua mengenai pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk dengan negara-negara muslim. Jokowi juga menyampaikan, potensi negara Muslim sangat besar namun belum digunakan secara optimal. Dorongan ini juga dilakukan Indonesia dalam konteks Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Sebenarnya kalau kita bicara mengenai masalah potensi maka potensi negara-negara muslim itu besar sekali dan potensi ini belum digunakan secara optimal," ucapnya. Ketiga, Presiden Joko Widodo juga menitipkan persoalan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi.

"Banyak sekali warga negara kita yang tinggal dan bekerja di Saudi Arabia. Oleh karena itu, Presiden kembali menitipkan perlindungan warga negara Indonesia kepada Saudi Arabia melalui Menteri Luar Negeri," tuturnya.

Dalam keterangannya, Retno juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo juga menyampaikan keprihatinan terhadap kasus yang menimpa Jamal Ahmad Khashoggi. Presiden meminta agar investigasi terhadap kasus tersebut dilakukan secara transparan dan seksama.

Secara terpisah, Presiden juga menyampaikan kasus yang menimpa Jamal Khashoggi. Jadi Presiden menyampaikan keprihatinan terhadap kasus tersebut dan Indonesia mengharapkan investigasi yang sedang dilakukan dapat dilakukan dengan transparan dan saksama. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi