Peserta ITP dari India, Nepal dan Bangladesh Belajar Kelola Tinja di Tabanan

Selasa, 02 Oktober 2018 : 00.16
Peserta ITP saat berkunjung ke UPT - IPLT Tabanan, Bali belajar mengelola lumpur tinja
TABANAN – Tim peserta ITP (International Twinning Program) on Fecal Sludge Management (FSM) yang berasal dari India, Nepal dan Bangladesh belajar mengelola lumpur tinja di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Bali, Senin (1/10/2018).

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Tabanan I Wayan Miarsana mengungkapkan, pembangunan Instalasi Pengolahan lumpur tinja (IPLT) di Tabanan telah dimulai tahun 1995.

Pada tahun 2011 telah dilakukan revitalisasi sehingga pengelolaan lumpur tinja semakin baik yang didukung dengan fasilitas dan sumber daya yang memadai.

“Dalam pelaksanaan pengelolaan lumpur tinja, terbentuk UPT Pengelolaan Sampah dan Lumpur Tinja di Tahun 2014 telah memberikan kontribusi yang positif yaitu melalui pelaksanaan teknis yang lebih menjadikan pengelolaan lumpur tinja yang lebih terfokus dan tertata,” ungkapnya.

Menurut Bupati Tabanan, selain pengelolaan tinja yang tertata, capaian sanitasi akses jamban ke Tabanan mencapai 97,51 persen pada Agustus 2018.

Adapun pelayanan sanitasi khususnya untuk sektor air limbah di Kabupaten Tabanan dipenuhi melalui penyediaan jamban sehat, ipal komunal sebanyak 45 unit di tahun 2017, ipal kawasan 1 unit dan IPLT ini sebanyak satu unit yang semua pengelolaanya dilakukan secara baik.

“Dengan keberhasilan program Sanimas ini menjadikan kabupaten Tabanan sebagai Kabupaten yang memiliki jumlah IPAL komunal terbanyak di Provinsi Bali. Selain program sanimas Tabanan juga mendorong pencapaian jamban sehat dengan septic tank standar melalui pembangunaannya melalui koloborasi antara masyarakat dengan jajaran TNI,” jelasnya.

Bupati Eka berharap, kunjungan Twinning Program untuk pengelolaan lumpur tinja dapat menjadi ajang tukar ilmu dan pengalaman dalam rangka pengelolaan lumpur tinja di masyarakat yang pada nantinya dapat mendukung pembangunan sanitasi demi mewujudkan Tabanan yang Sejahtera Aman dan Berprestasi

Sebelumnya, Koordinator Indonesia untuk International Twinning Program, Rudy Yuwono, yang saat itu didampingi Perwakilan Bill & Melinda Gates Foundation Mike Mc Whitter yang merupakan pendana program Twinning, mengungkapkan kedatangannya bersama para peserta adalah untuk mempelajari aspek teknis dan aspek manajerial dari FSM di Kabupaten Tabanan.

“Untuk diketahui, program International Twinning bertujuan untuk mengembangkan hubungan antar kota-kota di Asia dengan kota-kota di Indonesia, yang mana di Indonesia kami memilih Tabanan. Kami melihat kondisi dan kota-kota peserta memiliki kemiripan sehingga saya harap kita bisa belajar dan saling berbagi ilmu,” ungkapnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi