Pertemuan IMF dan Bank Dunia, Polisi Perketat Pintu Masuk Bali

Minggu, 07 Oktober 2018 : 22.32
Petugas memberikan pemahaman kepada sopir atau pemilik kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Padang Bai
KARANGASEM - Aparat kepolisian meningkatkan pengamanan di semua pintu masuk Bali termasuk Pelabuhan Padang Bai di Kabupaten Karangasem menjelang perhelatan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua Bali.

Penjagaan diperketat seperti di Pelabuhan Padang Bai menjelang perhelatan Annual Meeting Word Bank dan IMF. Aparat memeriksa semua penumpang dan barang bawaan mereka. Pemeriksaan itu membuahkan hasil polisi menemukan sebilah parang yang didapat dari sopir truk. senjata tajam itu pun telah diamankan petugas.

Ini dilakukan menyangkut keamanan Bali yang menjadi tuan rumah even internasional Annual Meeting Word Bank yang digelar 8 sampai 14 Oktober mendatang. Pengamanan Minggu (7/10) sangat ketat. Polres Karangasem menerjunkan puluhan personil untuk melakukan penjagaan dan pemeriksaan di pos pemeriksaan Padang Bai.

Tak kalah dua perwira di Padang Bai yakni Kasat Pol Air AKP Made Wartama dan Pawas AKP Wayan Wardana. Pun ikut terjun. “Ya ada penambahan penjagaan dan juga pemeriksaan,” ujar Wardana yang juga Pawas Polsek Padang Bai.

Guna penjagaan itu, melibatkan masing masing 48 personil untuk siang dan malam hari. Penjagaan dilakukan tim gabungan dari Polres Karangasem dan Polsek Padang Bai.

Semua barang bawaan penumpang diperiksa dan di geledah dengan ketat. Alat metal detector dan alat senror lainyapun digunakan untuk memantau bahan peledak. Tidak satupun yang lolos dari pemeriksaan. KTP dan juga surat lainya pun juga diperiksa.

Kendaraan diperiksa seksama Jok dan bagasi juga diperiksa. Barang diangkut truk juga tidak luput dari pengeledahan. Dan ini diberlakukan sama baik Kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Saat pengeledahan polisi berhasil mengamankan sebuah parang di jok tempat duduk sopir. Parang besar ini didapatkan dari truk F 8419 SK, yang dikemudikan oleh Imam Wahyudi, asal Kota Bima, NTB.

Sopir dan rekanya Amrrullah Ilyas asal Jakarta harus berurusan dengan Polisi. mereka dibawa ke Mapolsek Padang Bai dan di introgasi sebelum dilepas. Namun polisi menyita parang yang dibawa.

Penuturan Wahyudi mengaku parang itu miliknya yang dibawa guna membersihkan kayu di Gunung. Tetapi ia lupa menaruh di rumah sehingga masih tersimpan di bawah jok. “Benar parang itu punya saya, dipakai cari kayu di Gunung,” ujarnya.

“Kami mengamankan Keduanya, sekarang diserahkan ke Polsek Padang Bai,” ujar AKP Made Wartama. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi