Pertemuan IMF-Bank Dunia Sukses, Pariwisata MICE di Bali Bergairah

Kamis, 25 Oktober 2018 : 15.37
Direktur Pelaksana The Nusa Dua I Wayan Karioka
BADUNG - Hajatan tingkat internasional Annual Meeting IMF-WBG di Nusa Dua yang berlangsung sukses diyakini semakin menggairahkan pariwisata MICE khususnya di Bali. Managing Director ITDC The Nusa Dua I Wayan Karioka menegaskan, pertemuan IMF dan Bank Dunia mana yang baru saja sukses digelar di Nusa Dua Bali, cukup menyita perhatian publik.

Demikian juga, pemerintah dan semua pihak yang terlibat telah melakukan persiapan dan koordinasi cukup matang mulai perencanaan hinga pelaksanaan.

"Ya kita, patut bersyukur pertemuan penting ini, sudah terlewati dengan baik, tentunya kita juga memberikan apresiasi semua pihak yang terlibat," ujar Karioka di sela syukuran di Kantor ITDC The Nusa Dua, Rabu 24 Oktober 2018 malam.

Dikatakan, dari semua tahapan, mulai perencana, pelaksanaan dan evaluasi dilakukan setiap hari berjalan cukup baik. Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan pejabat Bank DUnia memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali.

Tentunya, dari sisi kepentingan pariwisata Bali, pihaknya berharap ke depan acara MICE semacam itu akan lebih sering dilaksanakan, sehingga ini juga bisa menjadi sarana marketing yang lebih efektif.

"Kami di ITDC The Nusa Dua, tentunya menyambut baik pariwisata MICE agar semakin berkembang," tandasnya. Dari pengalaman tersebut, kata Karioka, terlihat cukup baik dan koordinatif mendukung pelaksanaan pertemuan yang dihadiri puluhan ribu delegasi dari 180 negara di berbagai belahan dunia.

Sebut saja, mulai sisi tranportasi airport, akses, fasilitas, regulasi-regulasi yang dibuat sampai puncaknya kegiatan bisa berjalan sesuai harapan bersama, tidak ada hambatan berarti.

Meski terbilang suskes, namun ada beberapa yang perlu dibenahi seperti terbatasnya akses dan mekanisme ID, Mestinya, dengan banyaknya delegasi yang datang ke lokasi pertemuan bisa membawa berkah bagi usaha di sekitarnya namun hal itu berjalan maksimal.

Penduduk di sekitar kawasan seperti usaha UKM, belum mendapatkan dampak secara maksimal dari sisi ekonomi dari pertemuan itu, sehingga hal ini menjadi pembelajaran ke depan. Yang pasti, dari kegiatan dunia itu, kata Karioka, berdampak pada tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen atau secara rata-rata bulanan sebesar 90 persen.

Tentunya, data itu akan menjadi bahan penting dan akan terus dikejar agar wisatawan ke Bali tidak hanya sekedar mencari leisure kesenagan secara perorangan, namun bagaimana membuka pasar mice. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi