Pascagempa Palu Personel Basarnas Ditarik, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

Jumat, 12 Oktober 2018 : 20.20
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syauqi berikan keterangan pers di Kantor SAR Denpasar
DENPASAR - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Pusat menarik personelnya secara bertahap dari Palu, Sulawesi Tengah pascagempa dan tsunami pada 28 September lalu.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syauqi mengungkapkan, sejak bencana gempa dan tsunami yang menerjang Palu, Donggala dan Sigi, tim Basarnas telah dikerahkan ke lokasi guna melakukan evakuasi para korban.

Sesuai protap, Tim SAR melakukan pencarian selama tujuh hari. Jika ada kemungkinan korban bisa ditemukan maka operasi pencarian ditambah tiga hari.

Setelah 10 hari dilakukan pencarian, kemudian dilakukan evaluasi dan koordinasi bersama pihak terkait untuk menentukan langkah kemudian. Jika hasil rapat itu masih meyakini ada kemumgkinan korban bisa ditemukan maka kembali pencarian ditambah tiga hari.

"Tiga harinya itu kemarin, total korban yang berhasil ditemukan Tim Basarnas 921 orang 86 orang diantaranya masih hidup sedangkan 835 lainnya meninggal dunia," jelas Syauqi di sela memberikan arahan di Kantor Basarnas Denpasar, Jumat (12/10/2018).

Kemudian dari rapat koordinasi terakhir bersama Basarnas, Gubernur Sulteng, BNPB, TNI, Polri dan tokoh masyarakat masalah tersebut didiskusikan untuk menentukan langkah selanjutnya. Syauqi menambahkan, setelah melihat 14 hari terlihat sudah tidak efektif lagi sehingga akhirnya diputuskan untuk menghentikan evakuasi.

"Evakuasi dari Basarnas pusat dihentikan, namun dari Kantor SAR Palu tetap melaksanakan seperti hari ini," sambungnya didampingi Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Agus Sukarno dan Kepala Pusat Data dan Informasi Marsekal Pertama TNI Kris Budiantoro.

Untuk penarikan personel Basarnas pusat dilakukan secara gardual, nanun masa tanggap darurat ditambah menjadi dua Minggu sampai 26 Oktober 2018. Perpanjang masa darurat itu dikarenakan, petugas akan terus membantu penyaluran logistik ke daerah terpencil mengingat banyak askes jalan terputus.

Pihaknya memastikan, meskipun personel Basarnas pusat telah ditarik namun Kantor sAR Palu tetap melaksanalan evakuasi apabila masyarakat membutuhkan. Dengan kata lain, petugas SAR senantiasa siaga memberikan bantaun dan pertolongan masyarakat jika dibutuhkan pascagempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah.

"Sering saya katakan, operasi SAR itu memiliki tiga kata kunci, pertama pemerintah itu senantiasa hadir dimanapun korban berada,kedua kita akan allout bekerja mengerahkan segala daya upaya untuk menolong saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana," imbuhnya saat didampingi Kepala Kantor SAR Denpasar I Ketut Gede Ardana.

Kunci ketiga, bahwa dalam bekerja personel SAR, menggunakan hati karena bagaimanapun mereka menghadapi orang atau korban yang tengah sedih dan marah akibat bencana alam sehingga tiga kata kunci itu harus senantiasa dipegang dengan baik dalam melakasankan tugas SAR. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi