OOC 2018 di Bali Lahirkan Komitmen Dukung Perlindungan Laut

Selasa, 30 Oktober 2018 : 19.12
BADUNG - Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali menghasilkan berbagai komitmen positif dari berbagai negara guna mendukung perlindungan laut.

Para delegasi tinggi dari beberapa Negara peserta konferensi di Plenary Hall Session, OOC 2018 menyampaikan pandangan dan perspektifnya. "Hari ini kita bersama-sama melakukan aksi untuk kepentingan laut," ujar H.E Karmenu Vella, European Commissioner for Environment, Maritime Affairs and Fisheries.

Persamaan pandangan yang sudah dimulai pada 2014, kini sudah menjadi aksi global, mereka yang berkomitmen terus memegang janjinya. Pada forum OOC 2018 ini, Uni Eropa kembali menegaskan 50 komitmen yang memiliki nilai lebih dari 550 juta Euro yang untuk program-program yang mendorong perlindungan laut.

Perlindungan itu seperti  dalam penanganan plastik, pambangunan Blue Economy yang lebih berkelanjutan serta untuk peningkatan kegiatan riset dan pengawasan laut. "Saat OOC  2015 kami pernah berjanji untuk mengalokasi 10 persen dari luas laut kami sebagai kawasan dilindungi," kata Vella.

Kini janji tersebut telah dipenuhi dimana 10,8 persen dari luas perairan kita sudah terlindungi. Menteri Luar Negeri Norwegia, H.E. Ine Eriksen Soreide menambahkan, aksi global untuk melindungi laut semakin mengalami kemajuan.

Ekonomi laut bisa melipatkan gandakan kontribusinya terhadap ekonomi global di tahun 2030. Kekayaan laut juga sangat bergantung pada kondisi kesehatan laut, menjamin pengelolaan laut yang berkelanjutan menjadi persoalan hidup dan mati.

Polusi laut akan tetap menjadi masalah sampai semua negara bertindak mengatasi itu, kawasan konservasi laut bisa menyediakan baik konservasi maupun pendanaan ekonomi. "Konferensi ini tak sekedar berbicara namun harus beraksi," tegas John Kerry, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.

Fokus perhatiannya adalah menyatukan upaya bersama dalam melindungi laut. Menurutnya, gagasan hanya dari satu negara tak menjadi cara untuk melindungi laut namun bisa menjadi cara berbagi tanggung jawab antar semua negara.

"Ini merupakan sebuah pilihan kebijakan, dasar bagi miliaran orang di seluruh dunia, ini semua tentang generasi di masa datang," imbuh Kerry.  (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi