Latihan SAR Water Rescue Selamatkan Korban Kecelakaan di Laut

Senin, 22 Oktober 2018 : 20.16
DENPASAR - Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melakukan latihan SAR teknik pertolongan di air (water rescue) di Pelabuhan Benoa Denpasar, Senin (22/10/2018).

Kegiatan melibatkan potensi SAR dari TNI AL, Polair, Sabhara, BPBD, Dunsos, KPLP, KKP, KSOP, Damkar, Pelindo 3, Bekangdam, dan PMI. Skenario dalam latihan SAR kali ini menangani kecelakaan pelayaran, yakni 1 buah fast boat dengan nama Bunga Lestari mengalami mati mesin di dekat Pelabuhan Benoa.

Diskenariokan, Fast Boat yang bertolak dari Pelabuhan Benoa hendak menuju Nusa Lembongan membawa 10 POB. Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 09.30 Wita.

Dengan kondisi kritis tersebut, maka Kepala Kantor memutuskan untuk segera mengerahkan Heli BO HR 1524 dari Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai. Setibanya di lokasi kejadian, langsung diturunkan 2 orang rescuer (teknik free jump), tepat di posisi para korban terombang- ambing gelombang laut.

Mereka melakukan penanganan awal dan segera melaporkan kondisi korban. Diketahui 1 orang korban tak sadarkan diri, 1 orang alami cidera kepala, dan 1 orang hipotermia, sementara 7 orang lainnya dalam keadaan baik.

Selain pergerakan Heli BO HR 1524, juga dilakukan pengerahan personil dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB), rubber boat, Jetski, rescue truck dan truck personil.

Tim SAR gabungan berupaya memberikan pertolongan kepada seluruh korban. Korban yang tak sadarkan diri segera dibawa ke darat menggunakan jetski dan langsung ditangani tim medis, selanjutnya dirujuk ke RS Sanglah dengan ambulance PMI Kota Denpasar.

Korban lainnya yang alami cidera kepala berhasil dievakuasi dan dibawa ke darat menggunakan rubber boat, sementara ambulance KKP sudah siap untuk membawa korban menuju RS. Sanglah. Begitu pula dengan korban selamat lainnya, dievakuasi menggunakan RIB.

Tak jauh dari lokasi operasi SAR, diterima juga laporan tentang kapal nelayan yang terbakar. Diketahui 1 orang korban mengalami luka bakar di bagian tangan. Menindaklanjuti informasi tersebut, segera dikerahkan KN SAR Arjuna 229 menuju lokasi terbakarnya kapal. Korban luka berhasil dievakuasi sementara kapal SAR berusaha memadamkan api dengan water canon.

Itulah garis besar skenario latihan SAR yang telah dilaksanakan Basarnas Bali bersama potensi SAR dan berlangsung hingga pukul 10.10 Wita. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Ketut Gede Ardana mengatakan kepada seluruh tim yang terlibat dalam latihan SAR, baik dari para rescuer maupun personil dari instansi lainnya.

"Pergerakan tim SAR gabungan sudah sesuai dengan rencana dan hasilnya luar biasa, dimana semua bisa memahami tugasnya dalam melakukan atau menangani pertolongan di perairan," ungkap Ardana.

Saat menutup giat latihan SAR tersebut. Ia menekankan melalui latihan ini telah diuji kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat dengan perhitungan waktu respon time.

Tagetnya adalah 15 menit, walaupun secara prosedur standard waktunya 30 menit sejak laporan kejadian diterima. Dengan berjalannya latihan water rescue ini terlihat kemampuan sumberdaya personil Basarnas ataupun potensi SAR telah teruji untuk kerjasama dan koordinasinya.

"Koordinasi dari masing-masing potensi atau stakeholder berjalan baik, terbukti dengan kehadiran dari pimpinan hingga anggota untuk terlibat dalam giat kali ini, dan koordinasi inilah yang harus kita pegang," imbuhnya.

Ardana menilai bahwa dari hasil latihan ini kesiapan secara keseluruhan sudah baik, kondisi diciptakan sedemikian rupa agar mendekati kondisi sesungguhnya ketika operasi SAR.

"Tim SAR gabungan sudah memahami, bagaimana dia bekerja sama di lapangan, pembagian tugas-tugas jelas, dengan demikian melalui kegiatan rutin latihan SAR diharapkan nantinya ketika penanganan kejadian serupa bisa menghasilkan yang baik dan menekan jumlah korban jiwa," tutup Ardana. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi