Kontribusi Nyata PT BSI Bagi Perekonomian Masyarakat Banyuwangi dan Indonesia

Jumat, 19 Oktober 2018 : 00.00
DENPASAR - PT Bumi Suksesindo (BSI), pengelola tambang emas dan mineral di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur secara aktif terus mengambil inisiatif dalam berbagai program pengembangan ekonomi daerah dan nasional.

Berbagai terobosan dilakukan BSI telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Program hibah kepemilikan saham kepada pemerintah daerah telah menjadikan Pemkab Banyuwangi sebagai salah satu pemegang saham terbesar di tambang Tumpang Pitu.

Kepemilikan saham tersebut melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), induk usaha dari PT BSI. Direktur PT BSI Boyke Abidin menjelaskan, kepemilikan saham oleh Pemkab Banyuwangi tersebut akan memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat Banyuwangi.

Bukan hanya nilai saham yang terus meningkat, sebagai pemegang saham Pemkab Banyuwangi ikut mendorong lahirnya berbagai program CSR yang menguntungkan masyarakat.

"Secara finansial, kontribusi tambang Banyuwangi juga terus meningkat sejalan dengan aktivitas penambangan dan produksi yang bertambah. Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk kemajuan Banyuwangi," ungkap Boyke dalam media gathering di Denpasar, Kamis (18/10/2018).

Wujud nyata lainnya, lanjut Boyke, PT BSI meraih penghargaan sebagai wajib pajak kontributor terbaik tahun 2017 dari Kantor Pajak DJP Jawa Timur III KPP Pratama, Banyuwangi, Jawa Timur.

PT BSI juga menerima penghargaan sebagai wajib pajak yang memberikan kontribusi yang besar terhadap penerimaan pajak KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu, Jakarta Selatan.

Hal ini menjadi bukti konkret kontribusi PT BSI terhadap perekonomian dan pembangunan nasional.
Disisi lain, PT BSI menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara aktif dan telah menjangkau sekitar 42000-an warga, khususnya yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit berada.

Program CSR PT BSI fokus pada 4 bidang yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pengembangan UMKM dan pembangunan infrastruktur. Sebagai bagian dari tanggungjawab lingkungan, PT BSI telah menjalankan program rehabilitasi yang mencapai total lahan seluas 21,08 hektar.

Tambang Tujuh Bukit
Boyke menambahkan, tahun 2017 adalah milestone penting bagi PT BSI karena berhasil mencapai produksi perdana emas dan perak dari Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, yakni 142.468 ounce (oz) emas dan 44.598 oz perak sepanjang 2017.

Pada tahun 2018 produksi emas PT BSI ditargetkan meningkat menjadi 155.000 ounces (oz) - 170.000 oz emas. Sampai Semester I 2018, produksi emas sebanyak 83.713 oz dan perak 48.226 oz. Tahun ini targetperemukan bijih, penumpukkan dan pengolahan emas sebanyak 6,2 juta ton.

Target tersebut sejalan dengan ekspansi lapisan oksida sebesar dua kali lipat menjadi 8 juta ton per tahun dan akan rampung pada kuartal pertama 2019.

Boyke menambahkan, PT BSI berhasil mengelola tambang dan memproduksi emas di Tambang Tujuh Bukit secara efisien melalui penggunaan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan.

“Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan kontrol kinerja yang baik, produksi emas di Tambang Tumpang Pitu sangat efisien. Efisiensi produksi emas di tambang Tujuh Bukit dipengaruhi juga oleh teknologi penambangan yang menggunakan model heap leach yang menggunakan sistim SAG (Semi Autogenous Grinding) Mill.

PT BSI juga mampu melakukan efisiensi produksi berkat jarak pengangkutan bahan baku emas yang lebih dekat, serta konsumsi sianida dan konsumsi listrik yang lebih rendah dari perkiraan,” tutup Boyke.

Corporate Communications Manager PT BSI, T. Mufizar Mahmud menambahkan, terkait PT BSI yang merupakan perusahaan PMDN dengan kegiatan utama produksi emas dan tembaga. PT BSI memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) seluas 4.998 ha di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Saat ini unit bisnis produksi emas dan tembaga berada di Tujuh Bukit Operation (Tumpang Pitu).

"PT BSI memulai produksi penambangan bijih perdana pada Desember 2016. Di tahun yang sama, BSI ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) karena mengelola sumber daya mineral Tumpang Pitu yang merupakan aset strategis negara," jelasnya.

Dalam melakukan eksplorasi, PT BSI mengedepankan penerapan konsep green mining. Semua aktivitas di tambang Tujuh Bukit terbuka untuk kepentingan publik sesuai batasan peraturan perundang-undangan. (mal)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi