Guyub Panen Nusantara, Moeldoko: Petani Harus Berani Bermimpi Kaya

Selasa, 23 Oktober 2018 : 09.13
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat sambutan dalam Guyub Panen Nusantara petani di Kediri
KEDIRI - Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko menegaskan petani harus berani bermimpi menjadi kaya. Cara merealisasikannya dengan menjadi petani berkualitas yang memperhatikan kondisi masa depan Indonesia.

Kata dia, petani harus berani mengatakan petani kaya. Bagaimana cara menjadi kaya? Berkembanglah sesuai dengan perkembangan zaman. "Jangan mempertahankan yang tradisional dan harus memberdayakan teknologi," ujar Moeldoko.

Dia mengingatkan para petani bahwa dari waktu ke waktu luas tanah pertanian semakin menyusut sehingga harus ada upaya keras agar produksi pertanian optimal. Pendekatan intensifikasi teknologi menjadi jawabannya dari permasalahan tersebut.

“Dengan pendekatan teknologi maka tanahnya menjadi baik, benihnya bagus, hasilnya pasti bagus,” kata Moeldoko saat memberikan sambutan pada acara Guyub Panen Nusantara di Desa Mejono, Kabupaten Kediri, Kamis (18/10/2018).

Ia juga berpesan kepada para petani untuk belajar manajemen. Kemampuan manajerial dibutuhkan petani agar produksi pertanian optimal.

"Saya berpesan kepada petani untuk belajar manajemen. Mulai berlatih menghitung dalam satu hektar, semuanya dihitung untuk menentukan pengeluaran sebenarnya. Jangan sampai dalam satu hari tidak optimum," kata Moeloko.

Pemanfaatan teknologi di bidang pertanian akan meningkatkan pendapatan petani. Dengan meningkatnya pendapatan, kesejahteraan petani dan keluarganya juga akan terjamin.

"Jadi dengan pendapatan petani yang meningkat, keluarga akan terpelihara. Kalau keluarga terpelihara, nanti kita akan mendapatkan manusia yang berkualitas," pungkasnya.

Diketahui, panen raya ini diselenggarakan PT Bisi Internasional Tbk bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Acara ini dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Presiden Direktur PT Charoen Pokhand Indonesia Tbk, pejabat Pemda setempat dan 1000 petani yang berbagai provinsi di Indonesia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi