Gelar Operasi Penyelamatan di Laut, SAR Denpasar Tingkatkan Respons Time

Senin, 22 Oktober 2018 : 14.07
DENPASAR - Dalam upaya meningkatkan respon time penyelamatan korban Kantor SAR Denpasar menggelar operasi penyelamatan di perairan Pelabuhan Benoa Bali. Latihan rutin basarnas Provinsi Bali digelar sekaligus memastikan ksesiapsiagaan jajaran SAR setiap harinya.

"Basarnas tiada hari tanpa operasi, siaga, latihan, dan koordinasi," ujar Kepala Kantor SAR Denpasar I Ketut Gede Ardana di sela memimpin latihan di seputaran Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa Denpasar, Senin (22/10/2018).

Ardana menjelaskan, dari sisi operasi SAR yang diuji dalam operasi SAR adalah kesiapsiagaan. Kata Ardana, pelayanan kepada masyarakat apabila butuh bantuan SAR dari sisi kesiapsiagaan bisa dihitung.

"Dimana respon time harus 15 menit. Walaupun standarnya 30 menit tetapi diupayakan untuk ditingkatkan," tutur mantan Kakansar Kupang Nusa Tenggara Timur ini. Kedua, dari uji kesiapsiagaan ini pihaknya bisa melihat dengan rencana kegiatan ini mengalir dan cair. Ini terjadi karena hal ini sudah menjadi kebiasaan.

Ketiga, dari kemampuan sumber daya yang ada. Dari kemampuan rescuer yang dimiliki Basarnas maupun potensi SAR. "Disinilah kami uji untuk kerja samanya. Semuanya berjalan sesuai dengan rencana latihan," katanya menegaskan.

Dengan demikian,untuk menunjang yang lain sesuai dengan motto Basarnas 'latihan dan koordinasi' di sini bisa dilihat koordinasi masing-masing potensi.

Koordinasi inilah yang perlu dipegang. Ini diucapkan mudah tetapi implementasinya susah. Kalau tidak ada koordinasi antar institusi akan sulit sehingga Inilah yang harus bisa kami implementasikan.

"Dalam latihan hari ini cukup. Pelaksanaanya berjalan sesuai ketentuan dan setiap petugas bisa melaksanakan dengan baik," katanya mengevaluasi. Latihan bersama ini merupakan rangkaian dari sejumlah progrma oleh Basarnas. Satu program lagi yang akan dilaksanakan ke depan adalah latihan dalam skala besar.

Latihan skala besar yang dimaksud adalah latihan gabungan di perbatasan wilayah Provinsi Bali dengan Provinsi NTB. "Nanti rencananya akan digelar minggu ketiga bulan November. Nantinya yang dilibatkan sama, yakni semua potensi SAR di Bali. Nantinya kasusnya adalah kecelakaan kapal di daerah perbatasan Bali dan NTB".

Dari latihan-latihan yang dilakukan akan dijadikan untuk mengevaluasi kesiapsiagaan, kemampuan personil, dan target yang harus dicapai. Pihaknya pada Latihan SAR nasional ini berterimakasih dengan Basarnas karena semua stakeholder terkait dilibatkan.

Dalam upaya penyelamtan oleh tim SAR koordinasi adalah dalah satu hal penting berhasil tidaknya sebuah operasi. "Komunikasi ini sangat penting sekali. Sehingga dalam menghadapi ancaman kecelakaan di laut perlu komunikasi. Sehingga sinergitas berjalan dengan baik," imbuh Ardana.

Turut hadir Danlanal Denpasar Kolonel (P) Henricus Prihantono dan Danlanud Ngurah Rai dan jajaran kepolisian.

Dalam skenario penyelamatan terhadap para korban yang mengalami musibah Kecelakaan laut menimpa fasboat yang terbakar. Operasi penyelamatan melibatkan Helly BO HR 1524, KN Arjuna dan Potensi SAR telah bergabung dipelabuhan benoa seperti 2 unit ambulance dani KKP dan PMl. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi