Gebrakan Gubernur Koster, Stop Reklamasi hingga Wujudkan Energi Ramah Lingkungan

Senin, 01 Oktober 2018 : 01.26
Gubernur Bali I Wayan Koster saat berikan keterangan pers di kediaman dinas Jaya Sabha Denpasar
DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan sejumlah gebrakan di awal kepemimpinan mulai menghentikan reklamasi Teluk Benoa hingga cita-cita mewujudkan Bali Clean and Green Energy.

Saat bertatap muka dengan ratusan anggota masyarakat dari berbagai elemen termasuk relawan yang mengantarkan kemenangan bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati pada Pemilihan Gubernur lalu, Koster blak-blakan menyampaikan persoalan Pilgub Bali maupun awal-awal menjabat gubernur.

Koster menyampaikan terima kasih kepada relawan dan semua elemen masyarakat yang telah berjuang bersama hingga dirinya bersama Cok Ace bisa meraih kemenangan di Pilgub Bali.

Tak lupa,dia meminta masyarakat turut mengawal kepemimpiannya ke depan agar bisa berjalan dengan benar dalam mewujudkan kesejahteraan di Bali. Pada bagian lain, Koster menyinggung isu sensitif reklamasi Teluk Benoa yang bertahun-tahun menuai kontroversi di masyarakat.

"Saat kampanye lalu, kita tidak menolak atau menerima, tetapi sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita tidak akan melaksanakan yang namanya reklamasi kawasan Teluk Benoa, dan ini sudah resmi" tegasnya disambut applaus hadirin di rumah jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (30/9/2018) malam.

Sembari berseloroh, Koster berujar saat itu, tidak ada yang berani sebelumnya menyatakan sikap tegas itu. Sejatinya, masalah reklamasi tidaklah segampang yang dibayangkan. Untuk itu, sebelum dirinya berkoordinasi dengan berbagai pihak, tidak ada yang berani menyampaikan hal itu secara jelas.

"Saya berani menyatakan itu, tetapi saya mau ketemu empat mata dengan yang bersangkutan, selesai itu barang," tukasnya.

Karenanya, Koster menegaskan, masalah reklamasi Teluk Benoa sudah berakhir. Jangan lagi membahas masalah tersebut. Menuntaskan isu reklamasi menjadi prestasi pertama Koster bahkan sebelum dirinya menjadi gubernur.

Ia melanjutkan, sepakat dengan Menteri ESDM bahkan dalam bentuk kesepakatan tertulis untuk menjadikan Bali sebagai Clean and Green Energy. Jadi, harus mendapatkan bahan bakar gas atau energi terbarukan.

Dicontohkan, pembangkit listrik di Celukan Bawang, Buleleng, yang berkapasitas 350 MW yang selama ini menggunakan bahan bakar batubara, kemudian akan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 700 MW atau lebih, berencana menggunakan batubara, oleh Koster diminta untuk ditinjau ulang.

"Saya katakan, kalau menggunakan bahan bakar batu bara, saya tidak akan berikan izin," tegas Koster saat bertemu pihak PLTU Celukan Bawang.

Koster mempersilakan pihak PLTU Celukan Bawang mengembangkan kapasitas produksi dua kali lipat, harus menggunakan gas. Meskipun sudah berinvestasi ratusan miliar untuk menggunakan batu bara namun Koster tegas meminta agar beralih ke gas.

"Saya katakan, jangan hanya memikirkan bisnis semata, tetapi pikirkan bagaimana masyarakat Bali untuk mendapatkan udara yang sehat, bersih dan yang tidak terkena polusi," sambungnya.

Setelah beradu argumen dan menyampaikan sikap tegasnya dengan solusi yang ditawarkan akhirnya pihak PLTU bersedia mengikuti saran Koster. Atas gebrakan itu, bahkan, Menteri ESDM Ignasius Jonan saat bertemu Koster memuji sebagai gubernur pertama di Indonesia yang berani menyatakan "Green and Clean Energy".

Sejak itulah, Menteri ESDM memerintahkan Pertamina sebagai penyedia dan PLN untuk mempergunakan energi gas sebagai bahan bakar di pembangkit listrik. Gebrakan lainnya, Koster memastikan rencana pembangunan jalan shortcut yang menghubungkan Denpasar-Singaraja akan diteruskan guna memperpendek jarak tempuh dari 2,5 jam menjadi 1,5 jam.

Selain itu, Koster juga telah bertemu pihak investor asing yang berancana menanamkan investasi bagi pembangunan jalan tol menghubungkan Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana.

Sementara itu, dalam ramah tamah tatap muka tersebut berlangsung penuh keakraban dengan suguhan hiburan kesenian tarian dan lagu-lagu pop Bali serta penampilan mengagumkan istri Koster, Ni Putu Putri Suastini yang membacakan bait-bait puisi yang cukup menggetarkan hati tamu undangan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi