Epidemiologi Berperan Penting dalam Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 03 Oktober 2018 : 22.32
Pembukaan The 13th SEA Regional Scientific Meeting of the International SDGs di Denpasar Bali
DENPASAR - Epidemiologi memiliki peran penting dalam mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.

Executive Chairman The 13th SEA Regional Scientific Meeting of the International Epidemiological Association, Defriman Djafri menjelaskan, ratusan ahli kesehatan masyarakat di dunia berkumpul di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali.

Mereka menghadiri forum The 13th SEA Regional Scientific Meeting of the International Epidemiological Association. "Kami dari Universitas Udayana dan Universitas Andalas, ditunjuk mengorganisasi pertemuan penting ini," tegas Djafri, Rabu (3/10/2018).

Dijelaskan, fungsi epidemiologi bagaimana menyiapkan data di lapangan, surfailance untuk mencapai indikator SDGs.

Pasalnya, selama ini masih terjadi kendala, bagaimana suplai data-data di lapangan tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sebut saja, kasus stunting yang mengemuka dan menjadi perhatian luas, disampaikan jumlahnya kecil namun faktanya cukup banyak seperti fenomena gunung es.

"Di sinilah, peran epidemiologi bagaimana menyiapkan data-data penting dan akurat sebagai dasar bagi pengambilan kebijakan," sambung Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand ini

Ia mencontohkan, bagaimana mestinya, penyakit yang sudah lama tidak muncul kemudian muncul kembali seperti penyakit generatif dan lainnya yang kemudian ini menjadi salah satu penyebab beban berat yang ditanggung BPJS Kesehatan hingga menanggung kerugian.

Untuk itu, para ahli epidemiologi menjadi penting bagaimana merancang strategi untuk bisa mencegah terjadinya penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat tersebut. Bagaimana pula, menumbuhkan kesadaran gaya hidup sehat masyarakat jika itu dilaksanakan secara bersama-sama maka akan lebih menekan biaya.

Untuk itu, dalam menangani masalah itu, dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Dengan melihat pentingnya peran epidemologi itu, maka mestinya dana BPJS Kesehatan itu difokuskan pada sisi peningkatan kesehatan masyarakat jika dimaksudkan untuk kepentingan jangka panjang ke depan.

Dalam kerangka itu pula, pertemuan di Bali, membahas berbagai isu penting dan hasil paparan ahli epidemologi yang mengangkat topik seperti penyakit menular dan tidak menular, penanganan bencana hingga kesetaraan dan keadilan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Para panelis dengan papar berjumlah 300 judul itu diantaranya berasal dari ahli-ahli kesehatan masyarakat Malaysia, Bhutan, Singapura, Australia hingga Argentina.

Hal penting lainnya yang mendapat perhatian menyangkut apa yang terjadi saat ini, fenomena bencana alam di berbagai daerah di Indonesia yang memerlukan penanganan serius tidak hanya bagaimana respon terhadap ketanggapdaruratan namun juga kesiapan tenaga medis, security atau tanggap darurat, recovery, dampak korban atau pengungsi seperti penyakit epidemik.

"Kita harus hati-hati dalam menangani bencana maupun pascbencana seperti mulai penyakit yang seharunsya tidak berhubungan dengan bencana, masalah sanitasi, trauma semua harus ditangani dengan baik," demikian Djafri. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi