Diramaikan Atraksi Penerjun, Bali Tuan Rumah Deklarasi Taman Wisata Dunia

Rabu, 10 Oktober 2018 : 00.03
Atraksi terjun payung menyemarakkan deklarasi Taman Wisata Dunia di Bali
DENPASAR - Deklarasi Indonesia yang ditetapkan sebagai kawasan Taman Wisata Dunia disemarakkan dengan atraksi puluhan penerjun di Lapangan Puputan Margarana Reno, Denpasar, Bali, Selasa 9 Oktober 2018.

Founder dan CEO Yayasan Taman Wisata Dunia, World Tourism Park (WTP Foundation) Daniel Kumendong, mengungkapkan, sejalan deklarasi ini, maka banyak potensi wisata di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Hal inilah yang membuat Indonesia layak menjadi kawasan Taman Wisata Dunia.

"Indonesia saat ini menjadi satu-satunya Taman Wisata Dunia yang tidak dapatkan di negara lain. Apa yang ada di dunia, pasti ada di Indonesia. Tetapi apa yang ada di Indonesia, belum tentu ada di negara lain," kata Daniel dalam keterangan tertulis, Selasa (9/10/2018).

Dipilihnya Bali sebagai tempat deklarasi, karena Pulau Dewata memang sudah banyak diketahui wisatawan dunia.

"Orang tahu Bali dan masyarakat dunia lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Kita juga sengaja memilih Lapangan Puputan sebagai tempat deklarasi yang merupakan lapangan bersejarah di mana di sana dahulu para pejuang Indonesia berjuang mati-matian membebaskan Tanah Air dari tangan penjajah," lanjutnya.

Saat deklarasi Taman Wisata Dunia dimeriahkan 30 penerjun payung yang melakukan aksi demonstrasi di udara. Mereka dipilih untuk memeriahkan deklarasi tersebut, yang sesuai dengan filosofi Taman Wisata Dunia yang diusung WTP Foundation.

"Dengan terjun payung kita bisa melihat keindahan Indonesia dari atas udara. Penerjun payung dari berbagai negara datang ke Bali untuk mendukung Indonesia sebagai Taman Wisata Dunia," ungkap Daniel.

Dideklarasikan Taman Wisata Dunia akan mempromosikan 45 potensi wisata alam unggulan yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Dari 45 potensi wisata tersebut, akan dipilih 9 tempat wisata yang akan menjadi ikon dari Taman Wisata Dunia.

Beberapa potensi wisata alam yang akan dipromosikan, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Seribu, Kepulauan Derawan, Danau Tiba, Danau Kelimutu, Pulau Weh, Pulau Morotai, dan Pulau Komodo. Ada pula Gunung Krakatau, Gunung Tengger, Gunung Merapi, Ujung Kulon, hingga Sungai Musi yang akan dipromosikan.

"Setelah deklarasi nanti, saya berharap setiap kepala daerah akan mempromosikan potensi wisata alam mereka masing-masing. Agar setiap daerah memiliki kemandirian untuk mengelola pariwisatanya," tambah Daniel.

Penerjun payung professional dan sebagai pendukung acara sekaligus sebagai peserta deklarasi Naila Novaranti bersama dengan kepala daerah baik gubernur, mengungkapkan bahwa sebagian besar para penerjun payung sudah memiliki SC atau Security Clearance untuk persiapan terjun pada acara deklarasi nanti.

“Mereka yang akan hadir merupakan perwakilan dan berbagai negara seperti Inggris. Amerika, Irlandia. Spanyol, Venezuela, Canada, ltalla. Sebenarnya banyak sekali yang ingin berpartisipasi dalam aksi penerjun payung ini tetapi.

Dan karena kuota dari pihak penyelenggara sangat terbatas terpaksa kami batasi hanya 30 Penerjun Payung beserta 12 kru lainnya yang akan dipersiapkan untuk mengadakan aksi demonstrasi di udara " ujar Naila Novaranti sebagai Duta Wisata Udara WTP Forum.

Para penerjun payung yang akan mengadakan aksi tersebut berada dibawa naungan Yayasan Taman Wisata Dunia yang rencananya akan membawa bendera WTP Forum serta bendera Slogan : "lndonesra The World Tourism Park" yang merupakan simbol bahwa Indonesia layak dikukuhkan sebagai Tamannya Wisata Dunia.

Acara dihadiri seluruh kepala daerah Se-lndonesia. para kepala Dinas Pariwisata Se-Indonesia. Serta Perwakilan para Kepala Bapeda Se-lndonesia sebagai peserta deklarasu merupakan rangkaian dari agenda Road To World Tourism Park Champaign yang telah di luncurkan beberapa bulan lalu guna mempersiapkan wilayah Indonesia sebagai Tamannya Wisata Dunia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi