Bupati Tabanan Raih Penghargaan dari Menteri Kesehatan

Senin, 22 Oktober 2018 : 21.29
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti membawa piagam penghargaan yang diterimanya dari Menteri Kesehatan
TABANAN - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti diganjar pengharaan dari Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek karena Pemerintah Kabupaten Tabanan dinilai sukses dan berhasil dalam pelaksanaan imunisasi Measles-Rubella (MR) Fase II.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika didampingi Kabag Humas dan Protokol I Putu Dian Setiawan menyerahkan penghargaan dari Menteri Kesehatan tersebut kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di ruang kerjanya, saat audiensi, Senin (21/10/2018).

Terkait penghargaan nasional yang diterimanya tersebut, Bupati Eka memberikan apresiasinya dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader kesehatan. Bupati Eka berharap penghargaan tingkat nasional dari Menteri Kesehatan ini akan menambah semangat bagi jajarannya untuk terus berprestasi khususnya di bidang kesehatan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mendukung terlaksananya imunisasi MR di Kabupaten Tabanan, khususnya para kader kesehatan. Semoga dengan penghargaan ini kita akan lebih bersemangat lagi serta mempertahankan apa yang kita dapat sekarang,” katanya.

Pada kesempatan audensi dengan Kadis Kesehatan tersebut Bupati Eka juga mengingatkan tentang pentingnya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri dengan menerapkan pola hidup sehat. “Hidup sehat itu terlahir dari diri sendiri. Terapkan pola hidup sehat mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan,” katanya mengingatkan.

Menurut Bupati Tabanan, penghargaan dari Menteri Kesehatan sudah beberapa kali diterima Pemkab Tabanan. "Sebelumnya di tahun yang sama kita juga diganjar penghargaan dari Menteri Kesehatan atas Kinerja Program Imunisasi Terbaik se-Indonesia selama 2015-2017 dengan capaian target di atas 100 persen," katanya bangga.

Kadis Kesehatan Nyoman Suratmika sebelumnya melaporkan, berdasarkan total kumulatif, imunisasi MR di Kabupaten Tabanan mencapai 98,82 persen dengan cakupan total 100,30 persen atau 84.522 anak.

“Total kumulatif dari tanggal 1 September hingga 16 Oktober 2018, kita berhasil mencapai cakupan 98,82 persen dengan cakupan total 100,30 persen,” ungkapnya.

Menurut Kadis Kesehatan, di balik keberhasilan tersebut pihaknya mengakui masih menemukan beberapa kendala antara lain adanya keluarga di beberapa kecamatan masih ada yang menolak untuk melakukan imunisasi MR, karena masih menemukan perdebatan mengenai vaksin MR dianggap tidak halal.

“Kami sudah melakukan pendekatan, sehingga keluarga dapat mengerti. Sebelumnya sudah ada edaran dari Pemerintah jika imunisasi ini wajib dilakukan. Dari Majelis Ulama Indonesia sendiri juga sudah memperbolehkan karena beberapa alasan, salah satunya pentingnya imunisasi MR tersebut untuk kesehatan anak,” jelasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi